PPKM Level 4 Malah Diperpanjang Walau Diklaim Efektif, Warga Daerah Ini Wajib Lebih Waspada
Instagram/dishubdkijakarta
Nasional
PPKM Darurat

Presiden Joko Widodo menilai PPKM Level 4 sudah berhasil mengendalikan wabah COVID-19. Namun pemerintah nyatanya malah memperpanjang PPKM Level 4 sampai Senin (9/8).

WowKeren - Presiden Joko Widodo mengklaim bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 efektif dalam mengendalikan laju perkembangan wabah COVID-19 di Tanah Air. Meski di beberapa daerah menerapkan standar pengetatan Level 3, atau bahkan hanya Level 2 dan 1, Jokowi tetap menilai bahwa wabah COVID-19 Indonesia lebih terkendali dengan metode ini.

Ada beberapa indikator, mulai dari konfirmasi kasus harian, tingkat kasus aktif, tingkat kesembuhan, sampai tingkat keterisian rumah sakit alias bed occupancy rate (BOR). Lantas dengan semua perkembangan positif tersebut, mengapa PPKM Level 4 akhirnya terus dilanjutkan sampai pekan depan?

"Walaupun sudah mulai ada perbaikan, namun perkembangan kasus COVID-19 masih sangat dinamis dan fluktuatif," terang Jokowi dalam konferensi persnya, Senin (2/8). "Sekali lagi, kita harus terus waspada dalam melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan kasus COVID-19 ini."

Lebih spesifik dijelaskan Koordinator PPKM Level 4 Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, perpanjangan ini bukan semata karena kasus harian. Namun lebih fokus pada peningkatan kasus kematian akibat COVID-19 sehingga pembatasan ketat harus diberlakukan kembali.


Bahkan menurut Luhut ada beberapa daerah yang wajib lebih waspada terkait kasus terkonfirmasi hingga positivity rate-nya. Berikut penjelasan sang Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi selengkapnya.

"Ada beberapa daerah yang memang membutuhkan perhatian khusus karena masih tingginya jumlah kasus terkonfirmasi, positivity rate dan juga jumlah kematian warganya," kata Luhut, dikutip pada Selasa (3/8). "Seperti Bali, Malang Raya, DI Yogyakarta, dan Solo Raya."

Merujuk pada daftar daerah yang melaksanakan PPKM Level 4, untuk di Jawa Tengah memang terjadi pergeseran. Bila semula daerah Kudus dan sekitarnya yang berjibaku melawan lonjakan kasus COVID-19, kini mereka malah sudah berstatus Level 3 sedangkan Solo Raya berada di Level 4 alias berisiko lebih tinggi.

Sedangkan Bali dan DI Yogyarkata seperti DKI Jakarta, yakni semua wilayah administratifnya berada di Level 4. Perihal kondisi ini, menurut Luhut adalah karena masih banyak pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri dan akhirnya meninggal dunia karena tidak sempat mendapat perawatan medis.

Karena itulah, Luhut berjanji pemerintah akan melakukan intervensi untuk mencegah krisis serupa kembali terjadi di masa depan. Seperti dengan membuka pusat isolasi pasien COVID-19 terutama untuk pasien dengan risiko tinggi, seperti ibu hamil, orang tua, hingga individu dengan penyakit penyerta alias komorbid.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts