Alasan Dinkes Papua Barat Kembalikan Vaksin AstraZeneca ke Kemenkes
Nasional
Vaksin COVID-19

Vaksin yang dikembalikan tersebut merupakan kiriman dari lima daerah di Papua Barat. Yakni Kabupaten Sorong, Kota Sorong, Manokwari, Mansel dan Kabupaten Sorong Selatan.

WowKeren - Dinas Kesehatan Papua Barat dilaporkan mengembalikan 877 vial Vaksin COVID-19 AstraZeneca ke Kementerian Kesehatan. Menurut Kepala Dinkes Papua Barat, Otto Parorongan, banyak warga yang menolak suntikan AstraZeneca karena mengkhawatirkan efek sampingnya.

"Karena masih banyak kita tarik,dan kirimkan ke pusat sesuai petunjuk agar direlokasi ke daerah lain," tutur Otto kepada CNN Indonesia.

Ratusan vial vaksin yang dikembalikan tersebut merupakan kiriman dari lima daerah di Papua Barat. Yakni Kabupaten Sorong, Kota Sorong, Manokwari, Mansel dan Kabupaten Sorong Selatan.

Lebih lanjut, pihaknya kini masih menunggu kiriman Vaksin AstraZeneca yang tak terpakai dari daerah lain di Papua Barat. Dengan demikian, vaksin-vaksin tersebut dapat dikembalikan ke pusat dan direlokasi ke daerah lain sebelum memasuki masa kedaluwarsa.

Menurut Otto, masyarakat di Papua Barat lebih memilih Vaksin COVID-19 Sinovac dibanding AstraZeenca. Pasalnya, efek samping Sinovac dinilai lebih ringan dibanding AstraZeneca.


Juru Bicara Satgas COVID-19 Papua Barat, dr. Arnold Tiniap M.Epid, lantas angkat bicara terkait preferensi tersebut. Menurutnya, masyarakat kurang menerima informasi soal kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) sehingga membeda-bedakan jenis vaksin yang akan digunakan berdasarkan informasi orang lain.

"Solusinya, harus ada edukasi terkait efek manfaat dibanding efek samping, karena efek samping itu wajar dan merupakan bentuk respon tubuh menerima benda asing. Sama halnya ketika bayi mengalami demam sehari pasca imunisasi," jelas Arnold.

Di sisi lain, Freddy Thie selaku Bupati Kabupaten Kaimana di Papua Barat mengungkapkan bahwa masih ada warga yang menolak vaksinasi COVID-19 di wilayahnya. Namun penolakan ini umumnya terjadi di wilayah perkampungan.

"Ada penolakan masyarakat di wilayah perkampungan. Tapi untuk wilayah perkotaan, masyarakat sangat sadar dan bersedia divaksin, bahkan tanpa iming iming," paparnya kepada CNN Indonesia.

Karena masih ada penolakan tersebut, Freddy berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat. "Kaimana belum menyerah, segala cara akan kita lakukan untuk mengejar capaian itu," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts