Pernyataan BNPT soal temuan seratus lebih pondok pesantren yang terafiliasi jaringan teroris menuai kritik. BNPT pun memberikan penjelasan mengenai pernyataan kontroversi tersebut.
- Amelia Nur Fatimah
- Senin, 31 Januari 2022 - 13:35 WIB
WowKeren - Setelah menuai sejumlah kritik, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akhirnya memberikan klarifikasi soal pernyataan mereka terkait pesantren yang terafiliasi jaringan teroris. Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid selaku Direktur Pencegahan BNPT menegaskan ahwa pengungkapan data 198 pondok pesantren di Indonesia terafiliasi jaringan teroris oleh BNPT bukan bentuk Islamofobia.
"Karena itulah, sangat tidak benar dan tidak beralasan narasi tuduhan terhadap BNPT yang seolah menggeneralisir dan menstigma negatif terhadap pondok pesantren yang ada di Indonesia, apalagi menuduh data tersebut bagian dari bentuk Islamofobia," kata Ahmad dalam keterangan resminya, Minggu (30/1).
Ahmad Nurwakhid menjelaskan bahwa data-data pesantren itu merupakan hasil kerja pemetaan dan monitoring BNPT dalam rangka pencegahan terorisme. Baginya, data itu bisa meningkatkan kewaspadaan bagi semua stakeholder. Selain itu, Ahmad menyebut pengungkapan data tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban
"Sejatinya, data yang disampaikan Kepala BNPT tersebut harus dibaca sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja sebuah institusi di depan anggota dewan yang mempunyai tugas pencegahan radikal terorisme," sambungnya.
Ahmad Nurwakhid juga mengungkap data di Kementerian Agama soal jumlah pesantren di seluruh Indonesia yang jumlahnya sekitar 27.722. Artinya, 198 pesantren yang terindikasi terafiliasi jaringan terorisme hanya sekitar 0,007 persen dari keseluruhan.
"Keberadaannya justru akan mencoreng citra pesantren sebagai lembaga khas nusantara yang setia membangun narasi islam rahmatan lil alamin dan wawasan kebangsaan," ungkapnya.
Selain itu, Ahmad juga mengatakan data yang dimiliki BNPT itu seharusnya tak dilihat sebagai stigmatisasi terhadap pesantren. Data tersebut menurutnya mesti dilihat sebagai upaya BNPT menjaga citra baik pesantren dari keberadaan oknum yang memiliki keterkaitan dengan jaringan teror dan atau mengajarkan pemahaman yang radikal.
"Pesantren bukan hanya pilar peradaban Islam di Nusantara, tetapi juga fondasi bagi kemajuan negara dan bangsa ini. Khittah pesantren adalah lembaga yang menjaga harmoni antara Islam dan kebangsaan," pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar merinci ada 198 pondok pesantren terafiliasi dengan terorisme. Sejumlah Ormas Islam pun mempertanyakan data BNPT itu. Diantaranya PBNU dan MUI yang mendesak BNPT membeberkan identitas 198 pondok pesantren yang disebut terafiliasi jaringan teroris tersebut.
(wk/amel)