Dirut Perumda pasar Niaga Kerta Raharja, Tangerang, memutuskan untuk mengundurkan diri. Syaefunnur Maszah mengundurkan diri buntut video kontroversial pamer uang bergepok-gepok.
- Amelia Nur Fatimah
- Kamis, 03 Februari 2022 - 08:02 WIB
WowKeren - Sebuah video mengenai Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Dirut Perumda) Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang, Syaefunnur Maszah sukses menjadi perbincangan. Dalam video itu, Syaefunnur Maszah pamer uang bergepok-gepok di atas piring dengan gaya seolah sedang makan. Video itu pun mendapat kritik dan protes dari sejumlah pihak, termasuk Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar.
Buntut dari video viral itu, Syaefunnur Maszah kini memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Hal itu disampaikan oleh Ahmed Zaki Iskandar pada Rabu (2/2). Zaki Iskandar mengatakan, pengajuan pengunduran diri Syaefunnur diserahkan, Rabu (2/2).
"Sebagai bentuk pertanggungjawaban moril dan edukasi publik, Dirut Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja mengajukan pengunduran diri," ungkap Zaki mengutip dari KompasTV.
Pengunduran diri Syaefunnur Maszah kemudian diumumkan kepada publik melalui konferensi pers. Zaki menyebut dirinya telah menyetujui pengunduran diri tersebut dan efektif mulai Rabu (2/2), setelah pihaknya membuat surat keputusan (SK) pengunduran diri tersebut.
"Saya juga menerima sikap bertanggung jawab yang bersangkutan untuk mengundurkan diri, menghukum dirinya sendiri dan menerima kesalahannya," jelasnya.
Menurut Zaki, sebelum Syaefunnur Maszah mengundurkan diri, pihak Inspektorat Kabupaten Tangerang telah memeriksanya. Zaki juga telah menegur pejabat yang membuat video tersebut.
Zaki juga meminta maaf atas beredarnya rekaman video itu. Ia berharap, hal ini jadi pelajaran untuk para ASN dan jajaran direksi BUMD di Kabupaten Tangerang yang lain untuk menjaga sikap dalam keseharian maupun di media sosial.
"Sebagai pejabat publik harus memiliki rasa empati pada masyarakat. Apalagi saat kondisi prihatin seperti ini. Dan saya memohon maaf atas kejadian ini, semoga kejadian ini tidak terulang lagi," pungkas Ahmed Zaki Iskandar.
Dalam video yang beredar, tampak Syaefunnur yang memegang sendok dan garpu. Kemudian dia memindahkan uang gepokan dalam pecahan Rp 100.000 yang berserakan di atas meja ke dalam piring. Video tersebut direkam pada 2020 lalu, namun baru viral belakangan ini.
(wk/amel)