Pembangunan Bendungan Bener adalah salah satu proyek strategis nasional (PSN) pemerintahan Presiden Joko Widodo yang direncanakan rampung pada tahun 2023 mendatang.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 09 Februari 2022 - 16:42 WIB
WowKeren - Ribuan aparat gabungan dilaporkan mendatangi Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo pada Selasa (8/2). Kedatangan para aparat itu berkaitan dengan rencana penambangan batu andesit yang akan digunakan di proyek Bendungan Bener, namun sempat menimbulkan keributan.
Sebagai informasi, pembangunan Bendungan Bener adalah salah satu proyek strategis nasional (PSN) pemerintahan Presiden Joko Widodo yang direncanakan rampung pada tahun 2023 mendatang. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Melansir laman resmi Kementerian PUPR, pembangunan Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo disebut memiliki berbagai manfaat untuk masyarakat. Antara lain adalah sebagai suplai air untuk lahan sawah beririgasi, 13.589 Ha daerah irigasi eksisting, dan 1.110 Ha daerah irigasi baru.
Selain itu, Bendungan Bener juga disebut akan menjadi sumber pemenuhan air baku untuk masyarakat sekitar 1.500 liter/detik. Bendungan Bener juga bermanfaat untuk pembangkit listrik untuk Kabupaten Purworejo sekitar 6 Mega Watt.
Proyek ini juga disebut akan mengurangi potensi banjir untuk Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kulonprogo dengan nilai reduksi banjir 8,73 juta m3. Tak hanya itu, Bendungan Bener bahkan memiliki potensi pengembangan pariwisata yang dapat meningkatkan perekonomian setempat.
Beberapa waktu lalu, Kementerian PUPR juga telah memberikan penjelasan tentang pengambilan material quarry di Desa Wadas. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Dwi Purwantoro menjelaskan bahwa konsep pemanfaatan Wadas sangat berpihak pada kepentingan masyarakat setempat.
"Wadas akan digali material batunya untuk pembangunan Bendungan Bener dengan melalui proses pengadaan tanah terlebih dahulu. Kemudian, masyarakat mendapat uang ganti kerugian dengan nilai yang melebihi harga pasaran. Kegiatan ini juga mendatangkan lapangan pencaharian baru pada saat pelaksanaan pengambilan material quarry," paparnya.
Di sisi lain, total investasi pembangunan Bendungan Bener ini mencapai Rp2,06 triliun dan didanai dari APBN-APBD. Proyek ini digarap oleh sejumlah perusahaan BUMN, antara lain PT Waskita Karya (persero) Tbk, PT PP (persero) Tbk, dan PT Brantas Abipraya (persero).
(wk/Bert)