Aksi mempelai pria tersebut membuat keluarga mempelai wanita marah hingga sempat memblokir jalan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (7/2).
- Bertilia Puteri
- Rabu, 09 Februari 2022 - 18:17 WIB
WowKeren - Seorang mempelai wanita di Nusa Tenggara Barat (NTB) menangis di pelaminan usai ditinggal kabur oleh calon suaminya sendiri. Dalam video yang dibagikan akun Instagram @memomedsos, tampak mempelai wanita tetap menyalami para tamu yang datang tanpa didampingi oleh mempelai pria.
Dalam keterangannya, pernikahan tersebut digelar di Kabupaten Dompu, NTB, pada Senin (7/2). Mempelai pria diduga kabur karena ingin menjadi anggota TNI.
Kasus ini lantas mulai diselidiki oleh pihak kepolisian. Penyelidikan ini dilakukan usai pihak mempelai wanita resmi melapor ke polisi.
"Kemarin sudah disampaikan laporan pengaduan ke Polres. Sekarang kita lakukan penyelidikan," ungkap Kasi Humas Polres Dompu, Ipda Akhmad Marzuki, kepada detikcom, Rabu (9/2). "Polisi belum bisa mengatakan kasus ini apakah penipuan seperti banyak yang dikatakan orang."
Soal terlapor yang dikabarkan kabur ke Kota Mataram, pihak kepolisian masih belum menindaklanjuti informasi tersebut. Penyidik disebut Marzuki masih fokus mendalami apakah perbuatan mempelai pria tergolong tindak pidana atau bukan.
"Si laki-lakinya belum ditahan karena ini adalah aduan. Si laki-laki itu pun saat ini sedang di Mataram dan dikabarkan akan ke pulang ke Dompu hari ini," paparnya.
Sebelumnya, mempelai wanita berinisial WW tersebut mengaku telah melaporkan calon suaminya ke polisi atas penipuan karena kabur pada hari-H pernikahan. Ia merasa dirugikan oleh ulah pria berinisial MRD tersebut.
"Sudah (lapor polisi) kemarin pas selesai acara resepsi. Lapor ke Polsek dan sekarang lapor ke Polres," ungkap WW dalam kesempatan terpisah.
WW mengungkapkan sejumlah kerugian materiil yang dialami keluarganya akibat kaburnya MRD. "(Kerugian) sekitar RP 5 juta lebih, tapi itu untuk DP, (belum) musik, MUA, baju pengantin, dan lain-lain keluarga saya semua yang tanggung," paparnya.
Sementara itu, kejadian ini membuat keluarga mempelai wanita marah hingga sempat memblokir jalan pada Senin. Aksi pemblokiran jalan ini lantas membuat polisi akhirnya turun tangan.
"Aksi pemblokiran jalan tersebut dilakukan oleh warga keluarahan Monta Baru, Kecamatan Woja dikarenakan adanya salah seorang perempuan warga lingkungan 5, Kelurahan Montabaru yang akan menikah (akad) dengan laki-laki Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu," papar Marzuki dilansir Tribunnews. "Akan tetapi, pengantin pria tidak melangsungkan pernikahan sehingga timbul reaksi keluarga dari perempuan melakukan aksi pemblokiran jalan."