Vaksin Merah Putih saat ini telah memasuki fase I uji klinik kepada manusia yang dimulai pada Rabu (9/2) kemarin. Adapun vaksin yang dimaksud adalah hasil riset penelitian UNAIR dengan Biotis Pharmaceuticals.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 10 Februari 2022 - 10:02 WIB
WowKeren - Indonesia saat ini tengah mengembangkan vaksin COVID-19 lokal yakni vaksin Merah Putih. Adapun vaksin ini sebelumnya telah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Selain itu, vaksin COVID-19 lokal hasil riset penelitian Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya dan Biotis Pharmaceuticals itu sendiri juga telah memulai uji klinik fase I terhadap manusia pada Rabu (9/2) kemarin. Adapun vaksin Merah Putih sendiri diketahui akan digunakan sebagai booster dan vaksinasi anak usia 3-6 tahun.
Namun kini diketahui bahwa vaksin Merah Putih juga dipersiapkan sebagai vaksin donasi internasional. Nantinya, vaksin ini akan didonasikan kepada negara-negara yang membutuhkan vaksin. Hal ini disampaikan secara langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
"Ini (vaksin Merah Putih) nanti akan digunakan sebagai vaksin donasi internasional dari pemerintah Indonesia," tutur Budi saat menghadiri seremoni Uji Klinis Vaksin Merah Putih secara daring, Rabu (9/2). Budi mengatakan bahwa rencana tersebut sudah mendapat persetujuan dari Presiden Joko Widodo.
Menurut Budi, Jokowi juga akan membawa vaksin karya anak bangsa itu ke perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi G20 yang berlangsung hingga November 2022 di Bali. "Walau kita belum negara maju, tapi tidak banyak negara yang bukan negara maju yang bisa donasi vaksinnya," papar Budi.
Lebih lanjut, Budi mengatakan bahwa negara-negara yang diproyeksikan mendapatkan donasi atau hibah vaksin Merah Putih di antaranya adalah negara-negara di Afrika. Ia menyebut negara-negara di Afrika masih membutuhkan banyak bantuan vaksin COVID-19 lantaran banyak donasi vaksin jenis Moderna dan Pfizer yang tidak bisa didonasikan ke negara tersebut.
Adapun alasan vaksin Moderna dan Pfizer tidak bisa didonasikan ke negara-negara Afrika, kata Budi, lantaran membutuhkan logistik dengan suhu dingin sampai -25 derajat. Apabila vaksin Merah Putih telah melewati segala proses uji klinik dan siap produksi, maka pemerintah akan membeli vaksin buatan anak bangsa itu sebagai donasi.
Maka dari itu, Budi meminta kepada tim peneliti dan juga PT Biotis agar segera mungkin melakukan proses registrasi ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta melakukan oublikasi riset sebanyak mungkin. Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang menyebut vaksin Merah Putih akan dihibahkan ke negara di benua Afrika.
(wk/tiar)