GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Hasan Lessy, mengungkapkan bahwa kapal biasanya sulit sandar di Dermaga Eksekutif ataupun Dermaga VII karena tidak ada pemecah gelombang untuk menahan kuatnya arus laut.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 10 Februari 2022 - 21:19 WIB
WowKeren - Cuaca buruk dan gelombang tinggi telah menerjang Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, sejak Selasa (8/2). Hingga Kamis (10/2) hari ini, cuaca buruk masih terjadi di Pelabuhan Merak hingga membuat kapal sulit bersandar dan arus penyeberangan terhambat.
"Sehingga kapal juga sandar dan bongkar muat tidak normal akibat dari cuaca. Ini sudah berjalan beberapa hari, mulai dari hari Selasa malam sampai dengan saat ini, cuaca masih buruk," ungkap GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Hasan Lessy, Kamis.
Menurut Hasan, kapal yang sulit bersandar akan dialihkan ke dermaga lain. Hasan mengungkapkan bahwa kapal biasanya sulit sandar di Dermaga Eksekutif ataupun Dermaga VII karena tidak ada pemecah gelombang untuk menahan kuatnya arus laut.
Hasan mengungkapkan bahwa saat ini ketinggian gelombang mencapai 1,5 meter hingga 2,5 meter. Kecepatan angin juga mencapai 30 knot per jam.
"Kegagalan dari kapal sandar akibat cuaca, namun kita lihat ada beberapa dermaga yang bisa untuk sandar, salah satu di Dermaga 6 (eksekutif) jika terjadi gagal sandar dan koordinasi dengan BPTD maka dialihkan bongkar di dermaga lain," paparnya.
Selain membuat kapal sulit sandar, cuaca buruk juga menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga keluar Pelabuhan Merak mengingat waktu bersandar kapal semakin lama. Akhirnya, jumlah kapal yang beroperasi ditambah menjadi 25 unit demi mengurangi antrean kendaraan.
"Kapal yang ditambah melihat dari kondisi ini, kami akan menambah kapal yang besar-besar dan drafnya lebih tinggi," terangnya.
Salah seorang sopir truk kargo bernama Roni mengaku dirinya harus antre selama sembilan jam untuk bisa masuk ke kapal di Pelabuhan Merak. Roni mengaku membawa truk kargo dari jakarta ke Pekanbaru, Riau.
"Udah sembilan jam antre, ini baru mau masuk kapal. Katanya ada badai," ujar Roni dilansir detikcom.