Selamat, Guru Spiritual Tragedi Ritual Maut Pantai Payangan Belum Bisa Diperiksa
Twitter/polritvradio
Nasional

Guru spirutual dari Padepokan Tunggal Jati Nusantara berhasil selamat dari tragedi ritual maut di Pantai Payangan. Sayangnya, hingga kini guru spiritual itu belum bisa diperiksa.

WowKeren - Tragedi menyedihkan terjadi di pantai Payangan, Jember, Jawa Timur. Berdalih ritual spiritual, 11 orang jemaah Padepokan Tunggal Jati Nusantara tewas terseret ombak. Sementara itu, di antara 12 orang yang selamat, termasuk dari guru spiritual dari padepokan tersebut.

Satreskrim Polres Jember pun berencana memeriksa Nurhasan alias Hasan yang merupakan sosok pimpinan kelompok Tunggal Jati Nusantara tersebut. Sehari sebelumnya, Nurhasan diduga memimpin ritual di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember, yang menyebabkan 11 orang meninggal dunia.

"Kita ingin gali keterangan soal tujuan mereka datang menggelar kegiatan di Pantai Payangan," ujar Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo saat dikonfirmasi pada Senin (14/2).

Sayangnya rencana pemeriksaan Nurhasan hingga kini masih tertunda karena kondisi pria berusia 35 tahun itu yang tak memungkinkan. Sementara itu sejauh ini polisi sudah memeriksa anggota kelompok ritual yang sempat hanyut dan berhasil selamat.

"Sejauh ini sudah 7 saksi korban selamat yang bisa kita mintai keterangan. Kemudian 6 saksi lagi akan kami periksa berikutnya," lanjut Hery.


Ritual maut di Pantai Payangan diketahui diikuti 23 anggota Tunggal Jati Nusantara, termasuk sang ketua, Nurhasan. Sementara satu orang lagi, yakni seorang sopir, tidak ikut ritual.

Dari 23 orang itu, 11 orang ditemukan meninggal dunia. Istri muda dan anak tiri Nurhasan pun ikut jadi korban yang tewas dalam tragedi tersebut. Dari 12 orang yang selamat, 3 orang dirujuk ke rumah sakit, termasuk Nurhasan.

"Terakhir ada 3 pasien korban Payangan di sini, termasuk yang atas nama Bapak Nurhasan. Tapi, satu pasien boleh pulang, kondisinya membaik. Sementara, satu pasien lagi dan juga Pak Nurhasan dirujuk ke rumah sakit daerah dr Soebandi, karena lukanya cukup parah," ujar seorang perawat Puskesmas Ambulu yang enggan disebut namanya.

Dalam kesempatan trpisah, Wakil Direktur RSD dr Soebandi, Tri Wiranto membenarkan dua korban tragedi ritual Payangan dirujuk ke rumah sakit terbesar di Jember dan sekitarnya itu. Namun Tri belum dapat menjelaskan kondisi kesehatan Nurhasan. Selain merawat dua korban selamat, RSD dr Soebandi Jember juga menerima jenazah korban tewas dari tragedi ritual Payangan.

"Benar, kemarin sore kami ada rujukan dua pasien dari Puskesmas Ambulu. Salah satunya memang Pak Nurhasan. Kami juga menerima penanganan jenazah para korban Pantai Payangan yang meninggal dunia," pungkas Tri Wiranto.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait