Massa demo soal JHT di depan kantor Kemenaker yang diketahui merupkakan kelompok buruh tampak telah tiba di lokasi. Pihak kepolisian tampak mengawasinya seperti biasa, tidak ada persiapan khusus.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 16 Februari 2022 - 12:17 WIB
WowKeren - Pada Rabu (16/2) hari ini, sejumlah buruh turun ke jalan untuk melancarkan aksi protes atas aturan pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) di usia 56 tahun. Puluhan kader muda Partai Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dari Bekasi pun diketahui sudah tiba di depan kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Jakarta Selatan.
Merka pun tampak kompak mengenakan kaos oranye bersablon lambang Partai Buruh. Yusrizal selaku pengurus Unit Kerja FSPMI mengatakan bahwa puluhan kader muda tersebut merupakan anggota baru dalam serikat buruh. Mereka tampak antusias dan bisa hadir karena mendapatkan dispensasi dari perusahaan.
Lebih lanjut, Yusrizal mengatakan pihaknya menuntut Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah agar mencabut Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat JHT. Menurutnya, dalam JHT itu tidak ada uang pemerintah lantaran berasal dari potongan gaju buruh.
Selain itu, Yusrizal juga menilai aturan yang diterbitkan oleh Ida itu mempersulit buruh dalam mendapatkan haknya. "Uang JHT, uang iuran buruh, uang pemerintah tidak ada, pemerintah menghalangi buruh mendapatkan haknya," tegas Yusrizal kepada CNNIndonesia.com, Rabu (16/2).
Di sisi lain, pihak kepolisian sebelumnya mengatakan bahwa untuk demo soal JHT itu tidak ada pengamanan khusus. Hanya saja sebanyak 800 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan jalannya demo yang digelar oleh massa buruh di sekitar kantor Kemnaker pada hari ini.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budi Herdi Susianto mengatakan bahwa ratusan personel itu akan dibagi di dua lokasi demo. Lokasi yang dimaksud adalah kantor Kemenaker dan BPJS.
Mengenai tidak adanya pengamanan khusus atas demo tersebut, disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes E Zulpan. "Intinya Polri siap melayani setiap masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi atau pendapatnya ya," ujar Zulpan kepada CNNIndonesia.com, Rabu (16/2).
(wk/tiar)