Belakangan ini terjadi kelangkaan persediaan minyak goreng hampir di banyak toko dan ritel. Akan hal ini lantas muncul dugaan adanya praktek penimbunan minyak goreng.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 16 Februari 2022 - 16:35 WIB
WowKeren - Pemerintah sebelumnya telah menetapkan kebijakan harga murah untuk minyak goreng guna mengatasi isu harga yang melonjak tinggi. Namun hal ini tampaknya memicu masalah baru yakni kelangkaan ketersediaan minyak goreng.
Atas hal tersebut, lantas muncul dugaan praktek penimbunan minyak goreng yang dilakukan oleh PT Indomarco Prismatama selaku pengelola ritel Indomaret. Namun hal ini telah dibantahnya, dengan tegas menyatakan tidak ada praktek penimbunan minyak goreng di salah satu gerai di Pringsewu, Lampung.
Sementara itu, Darmawi Alie selaku Marketing Director PT Indomarco Prismatama mengatakan bahwa Indomaret mengikuti kebijakan pemerintah mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng yakni Rp14 ribu per liter untuk kebutuhan masyarakat.
"Prinsip bisnis yang kami lakukan, produk minyak goreng dikirim dari distributor dan kemudian kami teruskan ke gerai-gerai Indomaret untuk dijual langsung ke konsumen akhir," tutur Darmawi kepada CNBC Indonesia, Rabu (16/2).
Meski demikian, Darmawi juga mengakui bahwa persediaan di gerai tersebut sangat bergantung dari kiriman pasokan distributor. Selain itu, supply dari pabrik juga masih terbatas sehingga terjadi kekosongan. "Gudang di gerai Indomaret sangat terbatas sehingga tidak mungkin ada penimbunan dan kami tidak terbersit sedikit pun untuk menahan minyak goreng," imbuhnya.
"Dalam berusaha, kami tetap konsisten mendukung kebijakan minyak goreng pemerintah dan sesuai arahan Aprindo," lanjut Darmawi. Selain minyak goreng, Indomaret juga menyedeiakan makanan siap saji, di antaranya Yummy Fried Chicken.
Sebelumnya, kata Darmawi, berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) tim gabungan Satpol PP, Dinas Perindag, dan DPRD Pringsewu di Indomaret Jalan Jenderal Sudirman, Pringsewu, diketahui menemukan adanya persediaan minyak goreng sebanyak 66 liter yang terdiri dari 32 liter stok toko Jenderal Sudirman, dan sisanya di toko Jalan Ahmad Yani. Namun pada saat itu belum diambil toko bersangkutan dan stok baru datang 12 liter.
"Telah dilakukan koordinasi dengan Disperindag Kabupaten Pringsewu dan dijelaskan bahwa stok di toko benar dipergunakan untuk keperluan menggoreng ayam dan tidak untuk ditimbun," pungkas Darmawi.
(wk/tiar)