Kisah Eks Gubernur NTB Tuan Guru Bajang 'Diusir' Brimob di Sirkuit Mandalika Hingga Berujung Sungkem
Instagram/tuangurubajang
Nasional

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) sempat menyaksikan tes pramusim MotoGP di Bukit 360 sebelum didatangi seorang anggota Brimob.

WowKeren - Cerita unik dialami mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB), kala menonton tes pramusim MotoGP di Sirkuit Mandalika pada Minggu (13/2) lalu. TGB sempat diminta seorang anggota Brimob Polri untuk meninggalkan Bukit 360 tempatnya menonton acara tersebut.

Video yang menunjukkan momen "pengusiran" TGB turut dibagikan oleh akun Instagram @memomedsos. TGB disebut sempat menyaksikan dan mengabadikan momen tes pramusim MotoGP sebelum didatangi seorang anggota Brimob.

"Silakan kalau sudah selesai foto, untuk langsung kembali, ini bukan tempat umum," tutur anggota Brimob tersebut.

Petinggi Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) lantas mendatangi anggota Brimob tersebut dan menjelaskan bahwa TGB telah mendapat akses untuk menonton di Bukti 360. "Iya betul pak, saya tahu. Saya menjalankan tugas," jawab anggota Brimob tersebut.

Setelah itu, TGB ikut berbicara. Ia sempat menanyakan asal anggota Brimob tersebut sebelum akhirnya mengungkapkan identitasnya.


"Bapak dari mana Pak?" tanya TGB. "Janapria Barat Pak," jawab sang anggota Brimob.

"Dulu ada Tuan Guru Azhar, tapi sudah wafat," kata TGB. "Kenal Pak, sebentar dulu, ini pak Gubernur ya?" tanya sang anggota Brimob.

Setelah menyadari identitas TGB, anggota Brimob tersebut tampak meminta maaf dan mencium tangan alias sungkem. Kekinian, TGB mengungkapkan bahwa dirinya tidak mempersoalkan kejadian itu dan justru bangga atas kesiapsiagaan personel di lapangan.

"Terkejut dan minta maaf, menghampiri saya untuk salaman. Saya sendiri sebenarnya tidak masalah. Bahkan salut dan respek. Dia tenang sekali saat menegur, tidak kasar tapi tegas," ungkap TGB dilansir Kompas.com, Kamis (17/2).

Di sisi lain, anggota Brimob bernama Jumatri mengaku lemas dan merasa bersalah usai menegur TGB. Ia menjelaskan bahwa dirinya kala itu tidak mengetahui pria yang ditegurnya adalah TGB. Jumatri menegaskan bahwa dirinya bersikap sama kepada siapa pun yang memasuki wilayah terlarang di Sirkuit Mandalika.

"Di sana banyak orang yang saya usir keluar. Saya marah sama semua orang yang di sana. Saya sempat dorong beliau enggak mau tau harus tempat ini disteril," paparnya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait