Ketua IM57+ Institute, M Praswad Nugraha, heran dengan tindakan Firli Bahuri yang memilih lagu ciptaan istrinya sendiri sebagai mars dan himne KPK. Adapun IM57+ Institute adalah wadah yang didirikan oleh 57 mantan pegawai KPK.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 17 Februari 2022 - 14:25 WIB
WowKeren - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan meluncurkan lagu mars dan himne baru yang digarap sendiri oleh istri Ketua KPK Firli Bahuri, Ardina Safitri. Lagu mars dan himne KPK akan diluncurkan bersamaan dengan penyerahan hak cipta secara langsung oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.
"Benar, bahwa hari ini KPK akan menerima penyerahan hak cipta lagu mars dan himne KPK dari Kemenkumham," ungkap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Kamis (17/2). "Hal ini sebagai bagian dari proses pengesahan dan penetapan hak intelektual pada lagu tersebut."
Peluncuran lagu mars dan himne KPK ini lantas dikritik oleh pihak IM57+ Institute. Sebagai informasi, IM57+ Institute (Indonesia Memanggil 57 plus Institute) adalah wadah yang didirikan oleh 57 mantan pegawai KPK yang diberhentikan karena tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK).
Ketua IM57+ Institute, M Praswad Nugraha, heran dengan tindakan Firli yang memilih lagu ciptaan istrinya sendiri sebagai mars dan himne KPK. Menurutnya, ada konflik kepentingan dalam pemilihan lagu ciptaan Ardina tersebut. Ia juga menilai bahwa KPK sebenarnya tak memerlukan mars atau himne.
"Terus terang saya kehabisan kata-kata atas tindakan Ketua KPK memilih lagu ciptaan istrinya menjadi himne KPK," terang Praswad kepada Kompas.com. "KPK bukan perusahaan keluarga dan pemberantasan korupsi tak perlu himne."
Lebih lanjut, ia menilai peluncuran lagu mars dan himne tersebut sangat ironis saat melihat kinerja KPK yang dinilainya tak bisa menuntaskan sejumlah persoalan. Praswad mengatakan bahwa himne pemberantasan korupsi sejatinya adalah jerit suara rakyat yang mengharapkan keadilan dari kinerja KPK.
"Andai kita mau mendengar sedikit lebih jernih menggunakan hati nurani, tidak perlu sulit-sulit menciptakan lagu, karena hymne pemberantasan korupsi yang sejati ada di dalam jerit tangis derita rakyat korban bansos yang sampai saat ini tidak dituntaskan oleh KPK," jelasnya.
Di sisi lain, Firli sendiri meyakini bahwa lagu mars dan himne KPK dapat menambah rasa bangga pegawainya dalam menjalankan tugas. "Lirik dalam lagu ini diharapkan bisa menjadi inspirasi seluruh insan KPK dalam bekerja dan menguatkan kecintaan kita pada bangsa Indonesia," terang Firli.
(wk/Bert)