Benda Mirip Rudal yang Ditemukan Nelayan Diduga Side Scan Sonar, Ini Fungsinya
Unsplash/Kurt Cotoaga
Nasional

Benda mirip rudal yang ditemukan oleh nelayan di Selayar, Sulsel, kini telah dibawa oleh TNI AL untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Di sisi lain, ada dugaan benda tersebut merupakan SSS.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, seorang nelayan di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) menemukan benda yang diduga rudal. Dalam benda tersebut, juga tampak tulisan label "Made In USA".

Mengenai dugaan bahwa benda tersebut merupakan rudal, sudah dibantah oleh TNI AL. TNI AL menyebut bahwa benda tersebut bukan lah rudal. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal), Laksamana Pertama (Laksma) TNI Julius Widjojono.

Julius mengatakan bahwa benda yang mirip rudal itu sudah diambil dengan menggunakan KRI Fatahilah 361 untuk selanjutnya diserahkan ke Lantamal VI Makassar. Nantinya, benda tersebut akan ditelitidan dianalisa lebih komprehensif.

Penelitian tersebut disebut akan melibatkan Pusat Hidro-Osenaografi TNI AL (Pushidrosal), Dinas Penelitian Pengembangan TNI AL (Dislitbangal), maupun tenaga ahli dari perguruan tinggi. Di sisi lain, berdasarkan keterangan Dispenal, Komandan Pangkalan Utama TNI AL VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Benny Sukandari, mengatakan bahwa pihaknya sempat mengamati laporan foto dan video yang diterima.


Berdasarkan pengamatan tersebut, Benny menduga bahwa benda tersebut merupakan Side Scan Sonar (SSS). Menurutnya, SSS memiliki fungsi sebagai sistem sonar yang digunakan untuk meneliti Sea Bottom Profile yakni merupakan keadaan di bawah permukaan laut, termasuk aktivitas, biodata, dan segala kehidupan di bawah permukaan laut.

Sementara itu, Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Koarmada II Laksamana Pertama TNI I Gung Putu Alit Jaya menduga bahwa benda tersebut diluncurkan oleh pihak swasta hingga pihak militer asing. Ia pun menduga bahwa benda tersebut digunakan untuk kepentingan komersial dan pertahanan.

"Kalau menurut analisa kami pribadi ini bisa digunakan oleh pihak dari militer ataupun pihak swasta," tutur Laksma Putu kepada wartawan, Sabtu (19/2). "Karena kalau peralatan ini untuk mendeteksi data-data di bawah air besar kemungkinan dua-duanya bisa memanfaatkan itu. Baik kepentingan pertahanan ataupun kepentingan komersil."

Selain itu, kata Laksma Putu, sensor dari benda mirip rudal itu masih aktif. Benda ini juga diduga mengambil data-data di bawah laut Selayar yang dalam. Sehingga ia pun mengimbau untuk temuan-temuan serupa, ke depannya harus lebih waspada.

"Karena memang perairan laut Selayar ini menjadi penting bagi kepentingan internasional karena memiliki kedalaman yang cukup tinggi. Di samping itu juga karena ada potensi-potensi ekonomi juga," pungkas Laksma Putu.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait