Mayat seorang wanita ditemukan di sebuah Hotel di Jakarta Barat. Wanita tersebut diduga menjadi korban malapraktik suntik filler payudara ilegal yang bukan dari dokter.
- Amelia Nur Fatimah
- Senin, 21 Februari 2022 - 13:30 WIB
WowKeren - Mayat wanita di sebuah hotel di daerah Mangga Besar, Jakarta Barat pada Sabtu (19/2). Perempuan itu kemudian diketahui berinisial RCD (34) asal Indramayu, Jawa Barat. Polisi menyebutkan jenazah perempuan yang ditemukan di dalam kamar hotel tersebut merupakan seorang korban malapraktik tindakan suntik filler payudara.
"Menurut hasil pengecekan polisi, pada hari Jumat (18/2) lalu dia janjian sama orang mau melakukan suntik payudara. Sekitar jam 16.00 WIB, korban ini masih sempat WhatsApp-an sama orang lain. Dia (korban) WhatsApp teman-temannya, dia sampaikan bekas suntikannya ini keluar cairan, namun dia tidak mau ke rumah sakit," ujar Kanit Reskrim Polsek Tamansari, AKP Roland Manurung kepada wartawan, Minggu (20/2).
Dugaan sementara, korban meninggal dunia karena lemas dan kedinginan akibat dari cairan yang disuntikkan ke payudara. Selain itu, Roland menyebut ada dugaan lain bahwa tindakan suntik cairan ke payudara yang dilakukannnya adalah tindakan ilegal.
"Kemungkinan iya (malapraktik), tapi bukan dokter ya. Kemungkinan ilegal," jelas Roland menambahkan.
Mayat RCD awalnya ditemukan oleh pihak hotel yang mencoba menghubungi karena sudah waktunya untuk check out. Namun saat akhirnya membuka paksa kamar hotel tersebut, petugas malah menemukan mayat.
"Dihubungi pihak hotel karena sudah waktu check out, dicek, enggak dibuka-buka pintu kamarnya. Akhirnya pihak hotel ambil kunci, dibuka kamarnya, nah pas dibuka (ada) mayat," ujar Ronald.
Polisi yang mendapat laporan tentang penemuan sesosok jenazah di kamar hotel tersebut langsung bergegas menuju ke kamar hotel bersama dengan pihak puskesmas terdekat. Dari hasil identifikasi yang dilakukan, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban.
"Kami sudah larikan mayat ini ke Rumah Sakit Kramat Jati, namun dari pihak keluarga tidak berkenan dilakukan otopsi," ungkap Roland.
Lebih lanjut, Roland mengatakan sebelum menjalani suntik payudara itu, korban terlihat dalam kondisi baik. Terlebih, korban disebut sempat mengaku memiliki kelenjar di payudara dan harus menjalani operasi. Tapi pengakuan itu masih akan didalami lebih lanjut.
"Sebelum filler payudara dia terlihat baik baik saja tapi nanti kami cek keseluruhan. Cuma enggak tahu apakah modus dia minta duit ke orang atau betul ada penyakitnya, nanti kita cek rekan medisnya," pungkas Roland, Senin (21/2).
(wk/amel)