Tak Hanya Disertai Angin, Hujan Deras di Surabaya Juga Diguyur Es: Disebut Sebesar Kelereng
Unsplash/Colin Lloyd
Nasional

Adapun hujan deras disertai angin itu diketahui terjadi sejak pukul 13.30 WIB. Kemudian sekitar pukul 14.50 WIB, terjadi hujan es di bagian Surabaya Barat.

WowKeren - Pada Senin (21/2) hari ini, hujan deras diketahui melanda hampir seluruh wilayah Kota Surabaya. Adapun hujan ini berlangsung sejak pukul 13.30 WIB.

Hujan deras tersebut diketahui disertai angin kencang, sehingga membuat jarak pandang menjadi terbatas. Pengguna jalan pun diimbau berhati-hati lantaran keadaan yang seperti ini, pohon rawan tumbang.

Berdasarkan informasi yang dilihat dari detikJatim, kawasan Surabaya yang diguyur hujan adalah Merr, Pucang, Ngagel, Gubeng, Tambaksari, Jimerto, Jalan Tunjungan, Gubernur Suryo, dan Yos Sudarso. Kemudian hujan juga terjadi di Jalan Opak, Hayam Wuruk, Dukuh Kupang, HR Muhammad, Gunungsari, Kedurus, Wiyung, serta Unesa.

Salah seorang pengguna jalan yang diketahui identitasnya sebagai Yana mengatakan bahwa hujannya deras dan jarak pandang terbatas. "Anginnya juga kencang," tutur Yana kepada detikJatim, Senin (21/2).

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Juanda menyebutkan bahwa Surabaya Raya turun hujan dengan intensitas sedang pada sore hari. Pihaknya juga mengatakan hujan deras itu disertai angin kencang.


Tampaknya hujan yang melanda Surabaya itu tidak hanya disertai dengan angin, melainkan juga terjadi hujan es. Adapun hal ini terjadi sekitar pukul 14.50 WIB. Adapun hujan es ini disebut melanda kawasan Surabaya Barat, tepatnya Wiyung, Lontar, Bukit Villa Mas, dan Gunung Sari.

"Iya ada hujan es," tutur warga lainnya yakni Mukti kepada detikJatim. Menurutnya, butiran es itu sebesar kelereng dan suaranya kencang dari atas genting.

Satria Yoga, yang merupakan warga Lontar mengatakan bahwa hujan es itu terjadi saat sesudah azan Ashar. "Terus hujan es jam 3 kurang 10 tadi," ungkapnya.

Satria mengungkapkan bahwa besarnya hujan es yang jatuh juga cukup besar. Menurutnya, besarnya sekitar ukuran ibu jari orang dewasa. Ia pun mengaku sempat kaget lantaran ada suara seperti lemparan batu kecil, yang rupanya hujan es.

Beruntungnya, kata Satria, tidak ada atap yang rusak. "Glodak-glodak tadi bunyinya, tak kira apa, ternyata hujan es, aman sih tetap," jelas Satria.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait