Brigjen Junior Tumilaar sempat viral usai video dirinya yang mengamuk di Sentul City terkait sengketa lahan dengan warga Bojong Koneng, Bogor, Jawa Barat, beredar di media sosial.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 22 Februari 2022 - 20:55 WIB
WowKeren - Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Brigjen TNI Junior Tumilaar ditahan di Rumah Tahanan Militer (RTM) Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Menurut KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Brigjen Tumilaar ditahan karena "bergerak" tanpa perintah atasan.
"Dia mengatasnamakan staf khusus Kasad dan di luar kewenangannya. Setiap prajurit itu apa pun kewenangannya apabila melaksanakan tugas pasti ada surat perintahnya," tutur Dudung kepada Detikcom, Senin (21/2).
Diketahui, Tumilaar sempat viral usai video dirinya yang mengamuk di Sentul City terkait sengketa lahan dengan warga Bojong Koneng, Bogor, Jabar, beredar di media sosial. Dalam video tersebut, Tumilaar tampak meluapkan emosi kepada pihak PT Sentul City.
Kekinian, Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Danpuspom AD) Letjen TNI Chandra W Sukotjo turut buka suara terkait penahanan Tumilaar. Selain menyalahgunakan wewenang, Tumilaar disebut tidak menaati perintah dinas.
"Brigjen TNI JT ditahan dalam rangka proses penyidikan perkara tindak pidana militer dugaan penyalahgunaan wewenang dan jabatannya serta menolak atau dengan sengaja tidak menaati suatu perintah dinas sesuai dengan Pasal 126 dan 103 KUHPM," papar Chandra dilansir Antara, Selasa (22/2).
Berkas perkara dugaan pelanggaran Tumilaar kini telah dilimpahkan ke Oditur Militer Tinggi II Jakarta. Menurut Chandra, Puspom AD sedianya menahan Tumilaar sejak 31 Januari hingga 15 Februari.
"Selanjutnya Brigjen TNI JT dititipkan oleh Odmilti II Jakarta pada Instalasi Tahanan Militer Puspomad di Cimanggis, Depok, sampai dengan proses hukum," terangnya.
Tumilaar yang mengalami sakit asam lambung disebut telah diperiksa dan diobat oleh dokter dari Pospom AD. "Yang bersangkutan telah diperiksa oleh dokter dari Puspom AD serta diberi pengobatan," ujarnya.
Di sisi lain, anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon memberikan pembelaan terhadap Tumilaar. Menurut Fadli, Tumilaar sudah ada di pihak yang benar.
"Tentara kita berasal dari rakyat, tentara rakyat. Membela rakyat wajar apalagi di pihak yang benar. Bravo P Junior Tumilaar," cuit Fadli di akun Twitter resminya, Selasa.
Cuitan Fadli tersebut merupakan balasan terhadap cuitan mantan Sekretaris Kabinet Dipo Alam yang mengutarakan simpatinya terhadap Tumilaar. Dipo juga menuliskan bahwa Tumilaar berniat membela rakyat.
(wk/Bert)