Polda Papua Barat menerbitkan 11 daftar DPO kasus penyerangan anggota TNI di Maybarat Januari lalu. Satu orang anggota TNI diketahui gugur dalam penyerangan tersebut.
- Amelia Nur Fatimah
- Jumat, 25 Februari 2022 - 10:04 WIB
WowKeren - Serentetan serangan anggota TNI dan polisi terjadi di Papua sejak beberapa waktu lalu. Polda Papua Barat akhirnya menerbitkan 11 identitas dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus penyerangan Anggota TNI AD Yon Zipur/20 PPA di Kampung Kamat pada 20 Januari 2022 lalu. Dalam insiden itu, diketahui seorang anggota TNI, Sertu Anumerta Miskael Rumbiak ikut gugur.
Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Polisi Adam Erwindi mengatakan bahwa pelaku penyerangan anggota TNI AD di Maybrat itu dipimpin Komandan Lapangan (Kodap) IV KNPB Militan Maybrat, Arnoldus Jansen Kocu. Arnoldus saat itu juga bersama dengan 10 anggota militan KNPB Maybrat. Mereka adalah Wamen, Manuel Aimau, Chusme Aitief, Sepnat Fatem, Zakarias Kamat, Rendy Fatem, Hamelus Assem, Vincen Prabuku, Thomas Assem, dan Libertus Assem.
Setelah melakukan olah TKP pihak berwajib menemukan 13 selongsong peluru di lokasi. "Dari hasil olah TKP terdapat 13 selongsong peluru kaliber 5.56 mm yang diduga dari senjata laras panjang yang digunakan para pelaku," ungkap Kombes Pol Adam Erwindi.
Kombes Pol Adam Erwindi Adam menjelaskan bahwa identitas 11 DPO itu akan segera disebar ke seluruh Polres jajaran dan diteruskan ke seluruh Polsek hingga ke pelosok daerah. Masyarakat pun diminta untuk bekerja sama memberikan informasi mengenai keberadaan mereka jika melihat dan atau mengenal.
"Aparat terus melakukan pengejaran terhadap mereka yang diduga bersembunyi di hutan. Kami juga harap masyarakat ikut memberikan informasi keberadaan mereka," ujar Kombes Pol Adam Erwindi.
Diketahui bahwa peristiwa serangan itu terjadi saat anggota TNI AD dari Yon Zipur/20 PPA sedaang melakukan perbaikan jembatan yang menghubungkan Kampung Kamat dan Kampung Faan Kahrio di Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat pada Kamis (20/1) lalu. Jembatan itu diperbaiki pascadirusak oleh KKB.
Penyerangan itu mengakibatkan satu prajurit gugur atas nama Sertu Anumerta Miskael Rumbiak. Serta tiga orang anggota lainnya mengalami luka tembak, masing masing adalah Prada Abraham, Prada Aziz, dan Serda Darusman.
(wk/amel)