Indonesia Ramai Disebut Miliki Peran Dalam Meredakan Konflik Rusia-Ukraina, Begini Penjelasan Pakar
BPMI Setpres/Lukas
Nasional

Posisi Indonesia sebagai pihak yang netral dan Presidensi G20, disebut bisa mendorong Rusia untuk menahan invasinya terhadap Ukraina. Pakar pun memberikan penjelasan.

WowKeren - Seperti yang diketahui, saat ini tengah terjadi pertempuran antara Rusia dengan Ukraina. Adapun pertempuran ini semakin memanas lantaran Rusia telah meluncurkan invasi penuh terhadap Ukraina pada Kamis (24/2) lalu.

Atas hal tersebut, ramai publik menyebut bahwa Indonesia memiliki posisi yang strategis untuk membantu menyelesaikan konflik antara Rusia dengan Ukraina. Adapun poisisi Indonesia sebagai presidensi KTT G20 ini lah yang digadang-gadang bisa mendorong Rusia untuk menahan serangannya ke Ukraina dan menyelesaikannya melalui meja perundingan.

Menanggapi hal tersebut, dosen Hubungan Internasional dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhadi Sugiono mengatakan bahwa peran tersebut tidak akan cukup untuk memberikan dampak yang signifikan. Apalagi dengan kekuatan yang dimiliki Rusia, memungkinkan mereka juga tidak terpengaruh dengan apa yang diputuskan dalam KTT G20 nantinya.

Muhadi menuturkan hal tersebut berkaca pada KTT G20 yang diselenggarakan di Australia. Pada kala itu, Presiden Rusia Vladimir Putin keluar dari forum atau walk out lantaran kepentingannya tidak diakomodir. Maka dari itu, hal tersebut menunjukkan bahwa konferensi G20 memang sulit untuk memberikan dampak yang signifikan untuk menyelesaikan konflik antara kedua negara tersebut.


Selain itu, kata Muhadi, KTT G20 merupakan forum yang fokus membahas masalah ekonomi dan pembangunan. "Memang Indonesia memiliki posisi yang cukup penting, tapi saya kira tidak akan memberikan dampak yang cukup signifikan," tutur Muhadi kepada Kumparan, Jumat (25/2).

Menurut Muhadi, pihak yang bisa mendorong meredanya konflik antara Rusia dengan Ukraina adalah pihak-pihak yang memiliki kepentingan atas ketegangan tersebut. Seperti yang diketahui, dalam perseteruan tersebut juga ada pihak Amerika Serikat (AS) dan NATO yang ingin mengekspansi Ukraina untuk bergabung.

Maka dari itu, Muhadi menilai bahwa Indonesia tidak memiliki kepentingan apapun. "Jadi yang bisa menghentikan konflik ini ya pihak-pihak yang memiliki kepentingan, yaitu AS dan kawan-kawannya di NATO," bebernya.

Di sisi lain, pengamat Hubungan Internasional UGM lainnya, Riza Noer Arfani mengatakan meski demikian, sebagai Presidensi G20, peran Indonesia tetap dinanti oleh dunia internasional. Indonesia dinilai perlu mencoba mendorong kedua belah pihak untuk menghentikan langkah-langkah militer.

Kemudian, Riza menilai apabila konflik tersebut terus berkepanjangan, maka tidak menutup kemungkinan perekonomian yang lesu akibat pandemi COVID-19 bisa semakin memburuk. Maka dari itu, posisi Indonesia yang netral dan tidak memiliki kepentingan langsung atas konflik tersebut justru bisa membantu supaya bisa lebih didengar oleh kedua belah pihak.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait