Dalam gelaran tes pramusim MotoGP di sirkuit Mandalika beberapa waktu lalu, banyak pebalap yang mengeluhkan batu kerikil beterbangan dari aspal. Pihak penyelenggara pun kini tengah melakukan proses pengaspalan ulang.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 01 Maret 2022 - 08:27 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu, Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah sukses menyelenggarakan tes pramusim MotoGP. Namun dalam gelaran tersebut, tak sedikit pebalap yang mengeluhkan kondisi aspal sirkuit, di mana banyak batu kecil yang beterbangan.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno beserta Menteri BUMN Erick Thohir bersinergi untuk melakukan pengaspalan ulang sirkuit Mandalika. Akan tetapi, peristiwa nahas menimpa kapal pengangkut material batu andesit untuk pengaspalan ulang sirkuit Mandalika.
Kapal pengangkut material tersebut diketahui diterjang badai dengan ketinggian ombak lebih dari 3 meter di perairan Palu menuju Lombok. Kapal TB BML 01 Samarinda itu dilaporkan mengalami hilang kontak sejak berangkat dari Pelabuhan Palu, Minggu (20/2) pekan lalu.
Kapal tersebut diketahui mengangkut 2.500 meter kubik batu andesit yang belakangan berhasil di pantau keberadaannya dan dilakukan pengawalan oleh Polairud Polda NTB menuju pelabuhan Lembar Lombok. Menurut Kapten Kapal, Muhammad Yusuf, kapal tersebut berangkat dari Palu sekitar pukul 12 malam di 20 Februari 2022 lalu.
Selanjutnya, kata Yusuf, kapal tersebut menggandeng kapal tongkang Valencia, dengan mengangkut batu andesit seberat 2500 meter kubik, guna keperluan pengaspalan ulang sirkuit Mandalika. Namun saat dalam perjalanan, peristiwa tak terduga terjadi.
Yusuf mengungkapkan sekitar 200 mil dalam perjalanan dari pelabuhan, kapal mulai diterjang badai. Menurutnya, hal penyebab terjadinya kejadian itu lantaran di picu cuaca buruk.
"Makanya terjadi lost contact dengan pihak dari daratan, setelah jalan sekitar lima hari, kami didapat oleh kapal patrol Polisi Polda NTB," ungkap Yusuf kepada CNNIndonesia.com, dilihat Selasa (1/3). "Seharusnya saya sampai tanggal 25, tapi karena dihantam badai, jadinya molor (terlambat) sampai tanggal 27."
Sementara itu, Direktur Polisi Air dan Udara Polda NTB Kombespol Kobul Syahrin Ritonga menyatakan bahwa pihaknya berupaya untuk menelusuri kapal hilang kontak tersebut setelah mendapatkan laporan dari PT PP selaku kontraktor pengaspalan sirkuit Mandalika Lombok.
"Dari perusahaan PT PP selaku kontraktor sirkuit Mandalika melaporkan bahwa material mereka berupa batu kerikil untuk lintasan sirkuit, mengalami lost contact, dari Sulawesi tengah ke sini," ujar Syahrin kepada CNNIndonesia.com.
Kemudian, Syahrin mengatakan pihaknya mengerahkan kapal Baladewa untuk mendeteksi keberadaan kapal tersebut. "Dan Alhamdulillah, saat itu kapal bisa di deteksi, kemarin dan kita bisa komunikasi langsung dengan nakhoda," ungkapnya.
Kemudian, oleh petugas Polairud Polda NTB, kapal TB BLM serta kapal tongkang Valencia dikawal hingga menuju pelabuhan Lembar Lombok, sejak ditemukan pada Jumat (25/2) lalu. Setelah itu, berhasil bersandar di pelabuhan penyeberangan Lembar, Lombok, pada Minggu (27/2) sekitar pukul 14.00 WITA.
(wk/tiar)