Sandiaga Uno Tawarkan Kereta Gantung untuk Solusi Macet 'Horor' Puncak, Kalah Cepat dari Kudus?
Instagram/sandiuno
Nasional

Sandiaga Uno menawarkan rencana pembuatan kereta gantung sebagai solusi kemacetan parah di Puncak, Bogor. Sandiaga Uno juga memberikan imbauan pada para wisatawan.

WowKeren - Kemacetan parah yang terjadi di jalur Puncak Bogor pada libur Isra Miraj kemarin membuat berbagai pihak melakukan evaluasi. Pasalnya, kemacetan di jalur Puncak memang kerap terjadi. Karena itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno mengatakan kemacetan lalu lintas di jalur Puncak Bogor yang sudah terjadi berulang-ulang itu harus punya solusi permanen.

Sandiaga Uno pun menawarkan pembuatan kereta gantung (cable car). Menurutnya, cable car bisa jadi salah satu opsi transportasi menuju Puncak demi menyelesaikan kemacetan di kawasan tersebut.

"(Selain) ramah lingkungan, (cable car) juga memiliki sensasi yang berbeda karena di destinasi-destinasi pegunungan di luar negeri juga ada cable car, malah dengan trem yang besar," ujar Sandiaga Uno dalam jumpa pers mingguan di Jakarta, Selasa (1/3) melansir Antara.

Selain itu, Sandiaga Uno juga mengingatkan pengendara untuk disiplin dalam mematuhi peraturan lalu lintas. “Jangan main serobot, jangan akhirnya tidak sabar dan memperparah kemacetan ini,” ujarnya.

Sandiaga Uno pun berbagi cerita mengenai pengalamannya sendiri mengalami kemacetan di Puncak karena ada kendaraan mogok, pengendara berhenti di bahu jalan hingga pengemudi yang mengabaikan pola rekayasa lalu lintas. Sandiaga menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian yang telah menyiapkan pola rekayasa lalu lintas agar dipatuhi pengendara dan menginstruksikan jajaran kementeriannya agar menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi karena mencoreng pariwisata Indonesia.


"Untuk wisatawan yang terbiasa ke Puncak setiap long weekend, mudah-mudahan bisa mencari alternatif lokasi liburan lain,” ungkap Sandiaga Uno.

Agaknya wacana Sandiaga Uno untuk membangun sarana kereta gantung di Puncak sudah didahului Kabupaten Kudus. Bahkan investor dari Tiongkok disebut-sebut sudah melirik adanya potensi mengembangkan wisata kereta gantung di daerah pegunungan, Kecamatan Dawe, Kudus.

Bupati Kudus, Hartopo pung mengklarifikasi kabar tersebut. Hartopo menjelaskan bahwa investor dari Tiongkok tersebut baru sebatas menyampaikan ketertarikannya, belum sampai di tahap Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman.

"Lokasi yang diminati untuk membangun kereta gantung itu di sekitar Desa Ternadi dan Colo (Kecamatan Dawe)," ungkap Hartopo.

Meski begitu, Hartopo berjanji untuk memastikan keseriusan investor tersebut. Dia akan menemui investor dari Tiongkok itu di Jakarta dalam waktu dekat.

"Rencananya, mereka akan melakukan survei lokasi terlebih dahulu guna memastikan daerahnya cocok untuk dibangun kereta gantung atau tidak," pungkasnya.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait