Satu pekerja PT PTT yang selamat dari insiden penembakan tersebut kini telah berhasil dievakuasi. Korban selamat bernama Nelson Sarira tersebut mengungkapkan detik-detik delapan rekannya dibunuh oleh KKB.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 05 Maret 2022 - 19:34 WIB
WowKeren - Delapan karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) yang tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, masih belum dapat dievakuasi. Dalam tiga hari terakhir, proses evakuasi terhalang kondisi cuaca dan juga lokasi kejadian yang tak mudah dilalui.
Kekinian, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menyatakan evakuasi delapan jenazah dijadwalkan Senin (7/3) pekan depan. Pasalnya, mereka masih harus menunggu 17 warga dari Beoga yang akan membantu proses evakuasi tiba di TKP.
"Sebanyak 17 Warga dari Beoga itu merupakan bantuan dari Bupati Puncak yang akan berjalan kaki selama dua hari hingga ke TKP yang merupakan kamp PT PTT," papar Fakhiri kepada Antara, Sabtu (5/3).
belasan warga Beoga tersebut kemungkinan baru akan tiba di TKP pada Minggu (6/3) atau Senin. Jika kondisi memungkinkan, proses evakuasi akan langsung dilakukan.
"Evakuasi jenazah karyawan PTT menunggu informasi dari masyarakat yang saat ini sedang berjalan kaki selama dua hari menuju TKP," jelasnya.
Rencananya, delapan jenazah tersebut akan dibawa ke Sugapa terlebih dahulu. Kemudian mereka baru akan diterbangkan ke Timika.
Sementara itu, satu pekerja PT PTT yang selamat dari insiden penembakan tersebut kini telah berhasil dievakuasi. Korban selamat bernama Nelson Sarira tersebut mengungkapkan detik-detik delapan rekannya dibunuh oleh KKB.
"Dari hasil keterangan sementara dua personel Satgas yang melakukan penyelamatan sempat bertanya kepada korban. Korban menjelaskan pelaku diperkirakan 10 orang dengan membawa berbagai macam senjata tajam seperti parang, kapak dan lainnya," papar Kepala Operasi Cartenz Damai Papua Kombes Muhammad Firman. "Kemudian pelaku langsung masuk melakukan pembantaian di kamp PTT."
Nelson menjelaskan pada petugas bahwa serangan tersebut terjadi pada hari Rabu (2/3) sekitar pukul 03.00 WITA. Pada saat serangan terjadi, Nelson mengaku sempat kabur.
"Kemudian korban setelah kabur, situasi tidak ada lagi dengar suara teriak-teriak dari para pelaku, korban kembali ke kamp dan melihat teman-temannya sudah dalam keadaan meninggal dunia," tukasnya.
(wk/Bert)