Satu dari delapan korban tewas tragedi penembakan KKB di kamp Palapa Timur Telematika (PTT), Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, rupanya merupakan anak seorang Kepala Suku di Desa Ilaga, Kabupaten Puncak.
- Bertilia Puteri
- Senin, 07 Maret 2022 - 12:24 WIB
WowKeren - Aksi penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kamp Palapa Timur Telematika (PTT), Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, telah menewaskan delapan orang pekerja. Salah satu korban tewas peristiwa tersebut rupanya merupakan anak seorang Kepala Suku di Desa Ilaga, Kabupaten Puncak.
Kepala Suku bernama Abeloni Tabuni itu mengecam aksi penyerangan KKB yang terjadi pada Rabu (2/3) lalu. Anak Abeloni, Beby Tabuni, menjadi salah satu korban penembakan tersebut.
"Saya punya anak ini, Beby Tabuni, sudah kena tembak," ungkapnya dilansir Tribunnews. "Dia pasang jaringan, baru anaknya kena tembak."
Pihak KKB sempat mengklaim bahwa delapan orang yang mereka tembak hingga tewas adalah anggota TNI/Polri. Namun klaim tersebut dibantah Abeloni. Menurut Abeloni, anaknya setiap hari bekerja memasang dan memperbaiki jaringan tower.
Oleh sebab itu, ia mengecam aksi KKB di Kabupaten Puncak. Ia juga meminta agar KKB meninggalkan wilayahnya dan tak kembali lagi. Abeloni juga mengimbau warga setempat untuk turut mengecam dan melawan aksi KKB.
"Jadi, OPM dari Intan Jaya itu salah besar, tidak (jangan) datang-datang lagi ke sini Kabupaten Puncak, jangan ganggu-ganggu datang," ujarnya. "Tidak usah datang lagi ke Kabupaten Puncak ini."
Di sisi lain, PT PTT telah merilis nama delapan korban tragedi penembakan tersebut. Dalam keterangannya, dijelaskan bahwa Beby Tabuni merupakan masyarakat lokal pemandu proyek tersebut.
Sebelumnya, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB - OPM) telah mengaku bertanggungjawab penuh atas insiden penembakan tersebut. Namun Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengatakan delapan korban tewas tersebut merupakan anggota TNI-Polri.
"Tidak ada alasan yang membenarkan bahwa itu warga sipil. Karena TPNPB sudah umumkan bahwa warga sipil segera tinggalkan wilayah perang, jadi yang ditembak itu semuanya bagian dari Anggota TNI-Polri," demikian kutipan keterangan Sebby pekan lalu.
(wk/Bert)