Sebaran benda padat ditemukan di wilayah penemuan dua arca di Tulungagung, Jawa Timur. Tim Peneliti dari Badan Geologi Bandung pun memberikan penjelasan mengenai temuan tersebut.
- Amelia Nur Fatimah
- Selasa, 22 Maret 2022 - 15:34 WIB
WowKeren - Sebaran objek padat misterius juga turut ditemukan di lokasi penemuan 2 arca (dwarapala dan jaladwara) di Desa Podorejo, Tulungagung, Jawa Timur. Tim peneliti dari Badan Geologi Bandung pun berhasil mengidentifikasi sebaran objek padat di dalam tanah sekitar lokasi temuan dua arca
"Hasil temuan awal kami memang mengidentifikasi cukup banyak anomali tinggi yang diduga berasal dari benda padat-benda padat di sekitar lokasi yang kami lakukan survei menggunakan perangkat gradiomagnetik. Tapi kami belum bisa menyimpulkan itu (benda) apa," ujar Hidayat Kepala Tim Geolog dari Badan Geologi Bandung, di Tulungagung, melansir Antara.
Dua metode digunakan untuk meneliti kemungkinan adanya benda-benda cagar budaya di sekitar lokasi temuan arca dwarapala dan jaladwara di Desa Podorejo itu. Tim geolog menggunakan perangkat gradiomagnetik yang memiliki kemampuan mendeteksi benda-benda di kedalaman dangkal dan alat georadar.
Piranti elektronik ini merupakan alat pelacak bawah permukaan bumi dengan gelombang radio. Georadar biasanya digunakan untuk eksplorasi dangkal dengan ketelitian (resolusi) sangat tinggi sehingga mampu mendeteksi target bawah permukaan sampai target ukuran sentimeter.
"Hasil sementara masih akan diproses. Sementara masih dapat data mentah. Nanti akan kami olah, dan hasilnya akan kami sampaikan dalam kurun beberapa hari ke depan," ungkapnya.
Dalam survei atau penelitian dengan pendekatan geologi itu tidak dilakukan kegiatan penggalian. Mereka hanya membuat peta sebaran benda yang terbaca pada hasil pendeteksian menggunakan dua perangkat detektor benda di dalam bumi dengan kedalaman dangkal itu, untuk dijadikan petunjuk awal bagi tim arkeologi yang ingin melakukan eskavasi.
"Mungkin saja anomali tinggi yang terbaca (alat) ada berkaitan arca atau benda bersejarah lain dengan bahan padat berasal dari batuan andesit. Tapi bisa juga benda lain. isa juga bolder batu-batu andesitik. Jadi pembuktian butuh kolaborasi dengan teman-teman arkeologi,” pungkasnya.
Penelitian itu sendiri diketahui merupakan permintaan khusus dari Bappeda Tulungagung kepada tim geolog Badan Geologi Bandung yang selama empat pekan ini berada di kabupaten itu untuk kepentingan penelitian rencana usulan kawasan geopark kawah gunung purba. Penelitian dilakukan di sebuah kebun yang berada di Desa Podorejo, Kecamatan Wonodadi, menyusul telah ditemukannya dua arca diduga peninggalan zaman Majapahit pada Sabtu, 26 Februari 2022.
(wk/amel)