Putin Diduga Akan Hadiri KTT G20 di Bali, Dubes Ukraina Buka Suara
Pixabay/DimitroSevastopol
Nasional

Kabar rencana kehadiran Presiden Vladimir Putin dalam KTT G20 mendatang di Indonesia juga telah didengar pihak Ukraina. Dubes Ukraina di RI pun turut menyampaikan sikapnya.

WowKeren - Meski tengah mendapat kritik luas dari berbagai negara, Presiden Rusia, Vladimir Putin tampaknya tak begitu terpengaruh. Terbaru, melalui Dubes Rusia untuk Indonesia, Putin dikabarkan akan hadir dalam KTT G20 pada Oktober mendatang meski mendapat berbagai protes.

Pihak Ukraina pun turut menanggapi kabar tersebut. Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin, meminta RI menolak kedatangan Putin jika benar akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Hamianin bahkan menyerukan boikot pada Rusia dan Putin dalam semua forum internasional.

"Kehadiran (Putin) di acara internasional mana pun berarti penghinaan terhadap demokrasi, martabat manusia, dan supremasi hukum. Kami menyerukan seluruh negara demokratis untuk membantu menyelamatkan dunia dari diktator Putin yang kejam. Boikot Rusia dan Putin dalam semua kemungkinan platform internasional," ungkap Hamianin melalui pernyataan tertulis, Rabu (23/3).

Hamianin menyebut Putin sebagai kriminal kelas internasional dan diktator pembunuh. Karena itu, Putin dinilai tak memiliki hak legal untuk berpartisipasi di setiap forum internasional dalam bentuk apa pun.


"Merujuk pada pernyataan Dubes Rusia di Indonesia terkait rencana Presiden Putin berpartisipasi dalam KTT G20 di Bali, sebagai kriminal, pembunuh, dan diktator, Putin tidak memiliki hak hukum berpartisipasi dalam forum internasional, pertemuan puncak, atau multilateral," beber Hamianin.

Hamianin juga mendesak seluruh negara demokrasi untuk berkontribusi, dalam bentuk apapun, demi mengakhiri kejahatan perang di Ukraina.

"Kami mendesak seluruh negara demokratis dan seluruh orang dengan niat baik untuk membantu menyelamatkan dunia dari diktator jahat dan agresif Putin, pun berkontribusi dengan cara apapun yang memungkinkan untuk menghentikan kejahatan perang yang dilakukan militer Rusia terhadap warga sipil di Ukraina," tandas Hamianin.

Seperti diketahui, kabar kehadiran Presiden Putin dalam KTT G20 itu disampaikan oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva. Hal itu disampaikan Vorobieva menyusul seruan beberapa anggota G20 agar Indonesia, sebagai ketua G20 saat ini tidak mengundang Rusia pada KTT tersebut.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait