Rencana Kedatangan Putin ke Indonesia Jadi Polemik, Muncul Usulan KTT G20 di RI Diundur Tahun Depan
Sputnik/Alexey Nikolsky
Nasional

Rencana kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin ke KTT G20 di Indonesia pada November mendatang menuai polemik, banyak negara yang menolak kedatangannya. Khawatir yang datang sedikit, muncul usulan KTT G20 ditunda.

WowKeren - Seperti yang diketahui, Indonesia di tahun 2022 ini berkesempatan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Presiden Rusia Vladimir Putin pun berencana akan menghadirinya secara langsung dengan datang ke Bali pada November mendatang.

Namun rencana kehadiran Putin dalam KTT G20 itu pun menuai polemik. Banyak negara yang menolak kedatangan Putin ke Indonesia terkait dengan invasi yang dilakukannya terhadap Ukraina.

Menanggapi polemik kehadiran Putin ke KTT G20 Indonesia itu, Wakil Ketua Komisi Kajian MPR Martin Hutabarat diketahui mengusulkan penyelenggaraan pertemuan ekonomi global tersebut diundur di tahun depan. Menurutnya, apabila KTT G20 tetap diselenggarakan di tahun 2022 ini, maka akan terjadi ketidaklengkapan negara yang hadir.

Martin lantas menyinggung Amerika Serikat (AS) hingga Kanada yang menolak kedatangan Putin. "Kemarin PM Kanada sudah meminta Indonesia tidak mengundang Putin ke KTT G20 di Bali," ujar Martin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/4).

"Keinginan Kanada ini sama dengan Amerika dan Australia, yang sudah lebih dulu meminta agar Presiden Rusia Putin tidak diikutkan dalam KTT G20 di Bali," lanjut Martin.


Lebih lanjut, Martin menuturkan bahwa usulan tersebut bisa saja tidak disetujui oleh beberapa negara lain, seperti Tiongkok dan India, termasuk juga Indonesia, sehingga ia menilai ada kemungkinan besar AS dan sekutunya tidak hadir dalam G20.

"Begitu juga kalau Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy ikut diundang ke Bali, seperti perminta Presiden (AS) Joe Biden, pasti juga tidak akan disetujui oleh Rusia," jelas Martin. "Sebab, Presiden Ukraina itulah yang akan jadi bintang dan pusat pemberitaan selama KTT berlangsung, dan Rusia akan jadi pesakitan."

Kemudian Martin menuturkan apabila kedua permintaan Biden ditolak Indonesia, hampir dipastikan AS dan sekutunya tidak akan menghadiri KTT G20 di Bali. Kalaupun nantinya harus datang, diprediksi hanya akan mengirimkan menteri atau duta besarnya saja, bukan presiden atau perdana menterinya.

Selain itu, Martin juga mengatakan bila G20 hanya dihadiri oleh beberapa negara saja, tidak akan disebut sebagai KTT. Menurutnya, hal ini hanya akan mempermalukan Indonesia sebagai tuan rumah.

Martin menilai bahwa G20 dinyatakan berhasil jika perang Rusia dengan Ukraina dihentikan. Namun di sisi lain, hingga saat ini belum juga ada tanda-tanda Rusia menarik pasukannya dari Ukraina.

Maka dari itu, Martin mengusulkan agar pelaksanaan KTT G20 di Indonesia ditunda tahun depan. Menurutnya, penundaan ini lebih baik dibandingkan dengan tetap menggelarnya namun hanya sedikit negara yang hadir.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait