Petisi bertajuk 'Pak Jokowi, Jangan Datangkan Presiden Putin di Konferensi G20!' tersebut termuat di situs Change.org. Petisi tersebut ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 07 April 2022 - 17:52 WIB
WowKeren - Rencana kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin ke acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali terus menuai kontroversi. Kekinian, muncul petisi yang meminta Jokowi untuk tak mendatangkan Putin ke KTT G20.
Petisi bertajuk "Pak Jokowi, Jangan Datangkan Presiden Putin di Konferensi G20!" tersebut termuat di situs Change.org. Petisi tersebut ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Dalam petisi yang dimulai oleh Milk Tea Alliance Indonesia tersebut, disebutkan bahwa situasi keamanan global begitu pelik, terlebih dengan adanya perang Ukraina dan Rusia. Hampir 4 juta orang Ukraina disebut meninggalkan rumahnya demi mencari suaka di negara lain.
"Vladimir Putin, Presiden Rusia, adalah yang paling bertanggung jawab dalam menyebabkan perang ini. Ia mengirimkan pasukan militer secara ilegal, sampai menyerang kawasan padat penduduk di rumah sakit bersalin di Ukraina!" demikian kutipan petisi tersebut. "Tapi, kok Putin masih tetap diundang ke Indonesia untuk menghadiri Konferensi G20, ya?"
Indonesia sebagai negara non-blok dengan prinsip bebas aktif disebutnya seharusnya bisa lebih tegas dalam menjaga & mendukung hak asasi manusia, serta memastikan perdamaian dunia. Menurut pembuat petisi, dengan menerima Putin maka Indonesia justru membalikkan badannya.
"Untuk itu, lewat petisi ini, yuk kita sama-sama suarakan kepada Pak Jokowi dan Ibu Menlu Retno Marsudi, untuk tolak kedatangan Putin pada Konferensi G20 November nanti, kecuali dia benar-benar mau menyelesaikan konfliknya dengan Ukraina secara damai," lanjutnya. "Jangan sampai, reputasi kita sebagai tuan rumah dirusak karena gegabah mengundang pelaku kejahatan perang yang tidak memiliki keinginan sedikit pun untuk mengusung perdamaian."
Hingga Kamis (7/4) sore, petisi tersebut telah mengumpulkan lebih dari 8,5 ribu tandatangan. Jumlah tersebut telah mendekati target 10 ribu tanda tangan.
Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengungkapkan bahwa Indonesia masih mempertimbangkan untuk mengundang Ukraina dalam pertemuan G20. Hal ini dipertimbangkan usai Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengusulkan agar Ukraina turut diundang ke KTT G20 jika Rusia memang tak bisa dikeluarkan dari forum ekonomi tersebut.
"Ini suatu hal yang masih dijadikan pembahasan di internal Indonesia," kata Faizasyah dalam konferensi pers pada Kamis.
(wk/Bert)