Penunjukkan Maudy Ayunda Sebagai Jubir G20 Tuai Kritik, Dinilai Tak Punya Pengalaman
Instagram/maudyayunda
Nasional

Keputusan pemerintah Indonesia menjadikan Maudy Ayunda sebagai juru bicara di Forum Presidensi G20 menuai kritik. Status Maudy Ayunda sebagai seorang artis juga turut dipermasalahkan.

WowKeren - Pemerintah Indonesia diketahui menunjuk artis muda berbakat, Maudy Ayunda sebagai juru bicara dalam Forum Presidensi G20 Menteri Kominfo, Johny G Plate mengungkapkan jika Maudy memiliki kualitas dan kredibilitas yang mumpuni.

Meski begitu, penunjukkan Maudy Ayunda sebagai juru bicara di forum tersebut nyatanya menuai kritik sejumlah pihak. Pasalnya pada pemerintahan Presiden Joko Widodo masuk sejumlah selebriti, pendiri startup hingga anak-anak konglomerat yang masuk dalam lingkaran tersebut untuk mempengaruhi generasi muda di Indonesia.

Salah satu kritik datang dari peneliti politik LIPI, Wasisto Raharjo Jati. Ia mengungkapkan penunjukan Maudy ini hanya dinilai sebagai upaya meredam kritik dari kaum muda terhadap isu-isu strategis seperti masalah pekerjaan dan pelayanan publik.

"Pemerintah lebih condong ke anak muda di perkotaan yang punya hak istimewa, sementara mengesampingkan anak muda yang berpenghasilan menengah ke bawah dan tinggal di pedesaan," Ujar Wasisto melansir dari Bloomberg, Senin (18/4).


Wasisto menilai Maudy Ayunda tak memiliki pengalaman diplomatik atau di bidang ekonomi. Maudy juga dinilai tidak menanggapi pertanyaan terkait kehadian Presiden Rusia Vladimir Putin dan justru menjawab pertanyaan terkait kehidupan pribadinya.

Penunjukan Maudy itu dinilai sebagai salah satu dari serangkaian selebriti, pendiri startup, dan anak-anak konglomerat yang ditunjuk untuk peran politik ketika pemerintahan Presiden Joko Widodo berupaya merayu populasi muda yang menghadapi pengangguran yang tinggi. Di mana lebih dari setengah dari 273 juta orang di negara itu berusia di bawah 35 tahun dan tingkat pengangguran untuk mereka yang berusia 16 hingga 30 tahun berkisar 14% tahun lalu.

Sebagai tim juru bicara, Maudy berperan untuk melaporkan hasil pertemuan G-20 yang sejalan dengan isu-isu di Indonesia. Juru bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi mengungkapkan jika Maudy adalah sosok yang tepat untuk menjangkau masyarakat luas khususnya milenial dan GenZ.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga, Irfan Wahyudi mengungkapkan penunjukan Maudy terbilang masuk akal karena pendidikan di luar negeri dan dorongan pemerintah untuk menciptakan panutan untuk anak-anak muda. Namun ia tak memungkiri bahwa untuk G-20 memang membutuhkan perwakilan yang mampu menyampaikan isu-isu global di seluruh dunia.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait