Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi telah memnanggapi kabar anak buahnya menjadi tersangka mafia minyak goreng. Ia menyatakan bahwa Kemendag akan terus mendukung proses hukum yang dilakukan oleh Kejagung.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 20 April 2022 - 07:31 WIB
WowKeren - Kejaksaan Agung telah menetapkan empat orang tersangka kasus mafia minyak goreng. Salah satunya adalah "orang dalam", yakni Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI Indasari Wisnu Wardhana.
Selain Indasari, ada juga Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affairs PT Permata Hijau Group. Lalu, Togar Sitanggang selaku General Manager PT Musim Mas dan Komisaris Wilmar Nabati Indonesia, Parlindungan Tumanggor.
Indasari sendiri disebut memiliki peran menerbitkan persetujuan ekspor terkait komoditi crude palm oil (CPO)dan produk turunannya kepada Permata Hijau Group, Wilmar Nabati Indonesia, dan PT Musim Mas. Adapun ketiga tersangka dari pihak swasta itu secara intens melakukan komunikasi dengan Indasari untuk mendapat izin persetujuan ekspor meski mengetahui perusahaan mereka tak memenuhi syarat.
Kini, Indrasari dan Parulian ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung RI. Sedangkan Togar dan Stanley ditahan di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.
"Ditahan selama 20 hari terhitung hari ini sampai 8 Mei 2022," ujar Jaksa Agung ST Burhanuddin, Selasa (19/4).
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi sendiri telah memberikan tanggapan terkait anak buahnya yang menjadi tersangka mafia minyak goreng. Lutfi menyatakan bahwa Kemendag akan terus mendukung proses hukum yang dilakukan oleh Kejagung.
"Kementerian Perdagangan mendukung proses hukum yang tengah berjalan saat ini," tutur Lutfi dalam keterangannya. "Kementerian Perdagangan juga siap untuk selalu memberikan informasi yang diperlukan dalam proses penegakkan hukum."
Meski demikian, Lutfi didesak mundur dari jabatannya sebagai Mendag. Desakan ini disampaikan oleh Ketua Jokowi Mania (JoMan), Immanuel Ebenezer.
Immanuel menilai Lutfi sebagai Mendag harus bertanggungjawab atas dugaan tindak korupsi tersebut. Menurutnya, Lutfi harus mundur sebagai bentuk tanggung jawab.
"Lutfi ini memulai jabatannya dengan polemik. Dari salah bicara kue bipang, impor beras hingga minyak goreng dll. Harusnya game over dia," ujar Immanuel.
Lebih lanjut, Immanuel menilai bahwa temuan baru ini membuat kepercayaan masyarakat terhadap Mendag Lutfi makin anjlok. Ia pun mendukung Kejagung untuk turut mengusut dan memeriksa Lutfi.
"Dia (Mendag Lutfi) selalu melempar tidak ada kartel. Yang ada malah sempat menuduhkan penyebab langkanya minyak goreng kepada masyarakat. Rakyat yang menimbun akibat panic buying. Ini kan edan, nyalahin rakyat," tukasnya.
(wk/Bert)