PMK Menyebar ke Berbagai Wilayah, Produksi Vaksin Ditargetkan Rampung Agustus 2022
Pixabay/sasint
Nasional

Kementerian Pertanian berencana memproduksi sendiri vaksin untuk PMK. Kementan pun menargetkan vaksin tersebut selesai produksi pada Agustus 2022 mendatang.

WowKeren - Wabah PMK (penyakit kuku dan mulut) semakin merebak di sejumlah wilayah di Tanah Air. Pemerintah Indonesia pun telah bergerak cepat mengirimkan logistik kesehatan ke berbagai daerah. Tapi untuk vaksin PMK, masyarakat masih harus menunggu sedikit lebih lama lagi.

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan produksi vaksin PMK pada hewan ternak akan rampung pada Agustus 2022 mendatang. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Kementan di Surabaya disebut sudah menemukan serotipe virus yang beredar di Indonesia dengan kode O/ME-SA/Ind/2001/.

Vaksin tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 4 bulan atau sebelum Agustus 2022 sehingga pada akhir bulan tersebut bisa dilakukan uji coba. Selanjutnya akan dilakukan populasi massal seluruh populasi ternak yang berpotensi kena PMK.


"Vaksin (PMK) tahun 90-an kami sudah buat. Jadi, saat ini menemukan serotipe lebih penting. Kalau kita impor vaksin, tapi serotipenya enggak sama, itu sama saja kami nambah virus baru. Jadi kami butuh jangka waktu (untuk memproduksi vaksin)," ujar Syahrul dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR, Senin (23/5).

Karena itu, Syahrul menyebut pihaknya meminta dukungan dari Komisi IV untuk segera menuntaskan wabah PMK secepat mungkin. Dalam hal ini Syahrul menuturkan tercatat sejak 17 Mei 2022, wabah PMK sudah terdeteksi di 15 provinsi dan mencakup 52 kabupaten/kota dengan 3,91 juta ekor ternak terdampak wabah PMK dari total 13,8 juta ekor.

Dari jumlah ternak terdampak, populasi ternak yang sakit PMK sebanyak 13.965 ekor atau 0,36 persen. Sebanyak 2.630 ekor ternak atau 18,3 persen dari jumlah yang sakit bisa sembuh, sementara 99 ekor ternak mati. Adapun hingga saat ini Kementerian Pertanian masih belum mengetahui dari mana asal usul virus tersebut.

"Bahwa asalnya dari mana, maka kami turunkan Irjen bapak. Kami periksa semua jalan karantina kami untuk bisa memastikan dari mana. Namun, kami belum bisa pastikan secara pasti seperti apa virus itu masuk. Insyaallah nanti dalam waktu singkat," pungkas Syahrul.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait