Seribuan sapi di Palembang dikabarkan terpapar PMK dan belum mendapat bantuan dari pemerintah. Sementara itu, DKPP Sumsel membantah ada seribuan sapi terpapar PMK.
- Amelia Nur Fatimah
- Jumat, 10 Juni 2022 - 09:43 WIB
WowKeren - Sekitar seribu ekor sapi di Palembang dikabarkan telah terpapar PMK (penyakit mulut dan kuku). Sayangnya, pemerintah disebut belum memberikan upaya bantuan apapun untuk menangani temuan tersebut, termasuk pasokan obat-obatan.
Ketua Koperasi Usaha Lestari Ternak Palembang, Yani mengungkapkan, meski sapi yang terpapar semakin meluas, belum ada bantuan dari pemerintah terkait obat-obatan. Alhasil, peternak mau tak mau harus mencari solusi lain dengan memberikan obat-obatan dan ramuan herbal secara mandiri.
"Sampai sekarang belum ada bantuan obat sama sekali, kami pakai paracetamol dan amoxilin saja, tapi sembuhnya lama, keburu menular ke sapi yang lain," ungkap Yani, Kamis (9/6).
Sapi yang bergejala PMK setiap hari terus bertambah. Karena itu, peternak pun terpaksa memotong sapi mereka lebih cepat.
"Mau bantuan tidak ada, cari obat susah, malah tidak ada obatnya. Terpaksa dipotong, dari pada semakin rugi," ujarnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Effendi pun mengakui belum ada bantuan obat-obatan dan vaksinasi dari pusat. Dengan kondisi itu, pihaknya mengimbau peternak mencari obat-obatan secara mandiri.
"Memang belum ada bantuan obat, sudah kami sampaikan ke seluruh daerah. Yang ada hanya vitamin dan disinfektan," ungkapnya.
Namun, Ruzuan membantah penularan PMK di Palembang meluas hingga disebut mencapai seribuan ekor sapi. Ruzuan menegaskan bahwa diagnosa PMK hanya dibuktikan melalui uji laboratorium.
"Tidak bisa diklaim oleh peternak atau dokter hewan saja, karena tidak semua sapi sakit itu positif terjangkit PMK. Sama halnya dengan Covid-19, harus ada pengecekan laboratorium," jelasnya.
Berdasarkan data di DKPP Sumsel, sapi yang terpapar PMK di provinsi itu hanya 28 ekor dan 75 ekor sapi suspek PMK. Dari sapi yang suspek PMK, 7 ekor di antaranya mati dan 45 ekor lainnya sembuh.
"Yang suspek masih menunggu hasil. Sapi yang suspek atau bergejala saja ketika diuji belum tentu positif PMK, kadang ada yang negatif juga. Sedangkan di Palembang, hanya tiga ekor sapi yang terpapar dan semuanya sudah dipotong," pungkasnya.
(wk/amel)