Ambulans tersebut diketahui membawa jenazah pada saat kejadian. Sopir ambulans yang melaju dari arah Jalan Merbabu menuju Jalan Krakatau dilaporkan menerobos lampu merah karena memiliki skala prioritas.
- Bertilia Puteri
- Senin, 20 Juni 2022 - 09:01 WIB
WowKeren - Satu unit ambulans terlibat kecelakaan dengan mobil Chevrolet di Jalan Sutomo, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, pada Minggu (19/5) sore. Ambulans tersebut diketahui membawa jenazah pada saat kejadian.
Sopir ambulans yang melaju dari arah Jalan Merbabu menuju Jalan Krakatau dilaporkan menerobos lampu merah karena memiliki skala prioritas. Namun pengemudi Chevrolet yang datang dari arah RS Pirngadi menuju Jalan Jawa melaju kencang karena traffic light di jalurnya berwarna hijau. Tabrakan tidak bisa terhindarkan dan kedua kendaraan akhirnya ringsek.
"Nah, tabrakannya terjadi persimpangan lampu merah," ungkap Kanit Lantas Polsek Medan Timur, Iptu Kaston, dilansir detikSumut. "Nanti pasti akan kita periksa. Kini mobil pribadi dan ambulans sudah diamankan di Polsek Medan Timur."
Menurut Kaston, mobil ambulans tersebut membawa jenazah sekaligus pihak keluarga. Penumpang ambulans tersebut dilaporkan hanya mengalami luka ringan.
Sementara itu, Kapolsek Medan Timur, Kompol Rona Tambunan, mengungkapkan bahwa kecelakaan tersebut membuat satu orang mengalami luka ringan. Korban luka tersebut juga telah dirawat di rumah sakit.
"Untuk yang dirawat luka di bagian dahi, satu orang untuk penumpang ambulans," jelas Rona kepada Kumparan.
Adapun salah satu saksi mata mengaku bahwa kecelakaan itu membuat jenazah yang dibawa ambulans sempat terpental keluar dari pintu belakang. "Tadi tabrakannya sampai jenazah itu keluar dari ambulans," ungkap salah seorang saksi mata di lokasi.
Terkait kabar tersebut, Rona memastikan bahwa hal tersebut tidak benar. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut.
"Tidak seperti diinfokan bahwa sampai terpental penumpangnya (jenazah) keluar. (Hanya) pintu belakang ambulans yang terbuka, seperti itu," paparnya. "Masih diselidiki."
(wk/Bert)