Kasus Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Melonjak Jadi 739, Paling Banyak di DKI Jakarta
Pixabay
Nasional

Dua subvarian baru Omicron itu menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia belakangan ini. Kemenkes membeberkan saat ini kasus dua subvarian itu mencapai 739 kasus.

WowKeren - Kasus COVID-19 di Indonesia hingga saat ini diketahui masih menunjukkan kenaikan. Bahkan kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 saat ini telah melonjak menjadi 739 kasus per 28 Juni 2022.

Jumlah lonjakan kasus subvarian Omicron itu dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Adapun rincian dari 739 kasus itu adalah 71 kasus BA.4 dan BA.5 sebanyak 668 kasus.

Terkait dengan lonjakan dua subvarian Omicron itu, Mohammad Syahril selaku Juru Bicara Kemenkes mengatakan bahwa kasus tersebut teridentifikasi di sejumlah daerah Indonesia seperti Bali, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan terbanyak di DKI Jakarta.

"Total kasus BA.4 dan BA.5 yang telah diidentifikasi menjadi 739 kasus," ujar Syahril kepada wartawan di kantor Kemenkes, Rabu (29/6).


Syahril menerangkan bahwa kedua subvarian tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya kenaikan kasus COVID-19 harian dalam 1-3 pekan terakhir di Indonesia. Bahkan kasus harian COVID-19 selama 14 hari berturut-turut kembali naik di atas seribu kasus.

Meski begitu, kata Syahril, Kemenkes meminta warga untuk tidak terlalu panik karena BA.4 dan BA.5 memiliki karakteristik gejala klinis lebih ringan dibandingkan dengan varian Omicron sebelumnya. Akan tetapi dua subvarian tersebut memiliki tingkat penularan yang terbilang tinggi.

Selain itu, Syahril mengungkapkan bahwa kedua subvarian baru itu juga dinilai memiliki karakteristik untuk menurunkan kemampuan terhadap terapi beberapa jenis antibodi monoklonal hingga memiliki kemampuan lolos dari perlindungan kekebalan yang bersumber dari vaksin dan infeksi varian Omicron.

Maka dari itu, Syahril pun meminta masyarakat untuk tetap waspada, namun tidak perlu panik. Di samping itu, disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan juga diperlukan di saat terjadi kenaikan kasus COVID-19 seperti belakangan ini.

Sebelumnya, Syahril pun telah meminta masyarakat untuk kembali menggunakan masker meskipun berada di ruangan terbuka. Sebagaimana diketahui, Indonesia saat ini telah dilonggarkan penggunaan masker, di mana boleh tidak memakainya di ruang terbuka.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait