Kementan Percepat Vaksinasi PMK Jelang Idul Adha, Masyarakat Diminta Tak Panik
Unsplash/Ellie Cash
Nasional

Adapun program vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk hewan ternak tersebut dilakukan Kementan bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

WowKeren - Kementerian Pertanian menargetkan agar 800 ribu dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) terdistribusi dan mulai disuntikkan ke hewan ternak sebelum Idul Adha. Adapun program vaksinasi PMK tersebut dilakukan Kementan bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kementan dan BNPB berharap sebelum Idul Adha, 800 ribu vaksin sudah berada di semua tempat dan sudah mulai disuntikkan per hari sekian banyak," tutur Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Jakarta Selatan, Kamis (30/6).

Menurut Syahrul, proses vaksinasi memerlukan bantuan berbagai pihak. Sedangkan BNPB sendiri dinilai telah berpengalaman dalam menangani pandemi COVID-19.

"Bantuan dari berbagai pihak ikut dan sarana-sarana yang pernah dipakai dalam kegiatan COVID-19 kemarin. Menurut informasi, Kepala BNPB akan membantu sehingga penyuntikan bisa lebih cepat," paparnya.

Lebih lanjut, masyarakat dimintanya untuk tidak panik mengingat PMK tidak menular ke manusia. Zona hijau PMK juga masih sangat luas. Oleh sebab itu, Syahrul mengklaim bahwa persediaan hewan kurban untuk Idul Adha masih bisa tercukupi.


"Kami bagi tiga ada zona hijau, zona kuning, dan zona merah. Zona hijau kita masih sangat besar untuk mempersiapkan kebutuhan hewan kurban dalam rangka iydul Adha nanti," terangnya.

Selain program vaksinasi, pemerintah juga melakukan pengetatan alias lockdown di wilayah yang terpapar PMK. Kementan bersama BNPB akan membatasi lalu lintas hewan dari wilayah zona merah PMK.

"Tentu saja dengan pengetatan bersama BNPB di lapangan lalu lintas akan sangat diperketat. Daerah merah memang lockdown, tidak boleh keluar dan tidak boleh masuk," tegasnya.

Di sisi lain, dokter hewan sekaligus dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) Institut Pertanian Bogor (IPB), Denny Widaya Lukman, mengungkapkan bahwa PMK pada hewan ternak tidak bisa menular ke manusia. Meski begitu, manusia bisa membawa virus PMK dari hewan yang sakit ke hewan yang sehat.

"Jadi peran manusia atau perilaku manusia ini sangat penting. Oleh sebab itu kenapa pemerintah mengimbau ataupun melarang lalu lintas hewan dari daerah yang tertular ke daerah yang bebas, karena ini akan membawa virus ke daerah yang bebas," papar Denny dalam webinar pada Kamis hari ini.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait