Wagub Lampung Akan Lakukan Hal Ini Terkait Kekurangan Obat-Obatan PMK Hewan
Unsplash/Alwi Hafizh A.
Nasional

Wabah PMK yang menyerang hewan ternak di Lampung tampaknya tak sebanding dengan jumlah ketersediaan obat-obatan. Menanggapi hal ini, Wagub Lampung pun menyiapkan rencana untuk mengatasinya.

WowKeren - Selain menghadapi pandemi COVID-19, Indonesia saat ini juga dihadapkan dengan wabah Penyakit Mulut dan Kuku alias PMK yang menyerang hewan ternak. Bahkan pemerintah pun menetapkan status keadaan tertentu darurat PMK di sejumlah wilayah yang terpapar.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Peternak dan Penggiat sapi lokal di Lampung, Nanag Purus Subendro mengatakan bahwa wilayahnya kekurangan ketersediaan obat-obatan PMK. "Obat-obatan ini harus disediakan dalam jumlah yang banyak, terutama untuk daerah yang kasus PMK cukup banyak," ujar Nanang kepada Antara Bandar Lampung, Rabu (6/7).

Selanjutnya, Nanang juga mengatakan bahwa ada peternak di beberapa daerah yang menyampaikan sejumlah keluhan tentang permasalahan kurangnya persediaan obat dan vitamin, anti radang, antibiotik, serta disinfektan. "Ini harus menjadi perhatian kita bersama," imbuhnya.

Menanggapi adanya keluhan terkait kekurangan ketersediaan obat-obatan PMK, Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Chusnunia Chalim pun mengatakan bahwa pihaknya akan menggkoordinasikan hal tersebut dengan Dinas Peternakan setempat. "Akan dikoordinasikan kepada dinas terkait agar segera ditindaklanjuti," tutur Chusnunia.


Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD Lampung, Budi Yuhanda menyampaikan bahwa obat-obatan PMK di wilayahnya saat ini memang sangat kurang. Akhirnya, hal ini membuat banyak peternak yang mengeluhkan kurangnya obat-obatan tersebut, khususnya yang hewan ternaknya terjangkit PMK.

Di samping itu, Ketua Himpunan Peternak Domba-Kambing Indonesia (HPDKI) Lampung itu pun mengungkapkan alasan terjadinya kekurangan pasokan obat-obatan PMK. Menurutnya, kekurangan bisa terjadi lantaran jumlah ketersediaan obat-obatan dengan hewan ternak yang sakit tidak sebanding.

Selain itu, kata Nanang, juga terjadi dikarenakan belum ada anggaran khusus untuk penanganan PMK di wilayahnya. "Karena saat ini belum dianggarkan dan hanya UPT saja yang diberi alokasi untuk pengadaan obat, jadi cukup kebingungan," tandas Nanang.

Kementerian Pertanian (Kementan) sendiri saat ini diketahui juga tengah mengebut vaksinasi PMK menjelang Idul Adha 2022. Maka dari itu, masyarakat pun diminta untuk tidak panik, terlebih PMK tidak menular ke manusia.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait