Kebakaran hutan di Tapanuli Utara, Sumut menewaskan seorang warga berusia 50 tahun. Warga tersebut berakhir tewas terpanggang hidup-hidup setelah saksi gagal menolong korban karena kobaran api yang makin besar.
- Amelia Nur Fatimah
- Senin, 18 Juli 2022 - 12:41 WIB
WowKeren - Kebakaran hutan kerap terjadi di Indonesia. Kali ini, kebakaran hutan yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, memakan korban jiwa. Satu warga bernama Natal Simaremare alias Ama Lasker (50) tewas terpanggang hidup-hidup dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) yang terjadi di Dusun Buntu Raha Desa Sitanggor, Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, pada Sabtu (16/7) sekira pukul 14.00 WIB.
Melansir dari Tribunnews.com, warga melihat korban sudah berada di dalam api saat berupaya memadamkan kebakaran hutan yang terjadi. Saat itu, Natal Ompusunggu bersama Polin Rajagukguk (33), Lintong Aritonang (65), dan David Parlindungan Ompusunggu alias Amani Arta (32), yang juga merupakan saksi sedang menaiki area perbukitan untuk memadamkan kobaran api.
Saksi David mengaku melihat seseorang jatuh tergelincir di dalam kobaran api dengan posisi kaki dan tangan telentang, dari jarak sekitar 3 meter. Saksi pun berteriak dan memberitahukan hal itu kepada teman-temannya dan berusaha melakukan pertolongan. Sayangnya usaha tersebut tak bisa dilakukan karena kobaran api yang kian membesar.
"Karena saksi yang semakin terancam oleh jilatan api terpaksa mereka mundur dan pulang, serta melaporkan kejadian tersebut kepada masyarakat Buntu Raja Desa Sitanggor," ungkap Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Johanson Sianturi melalui Kasi Humas Aiptu Walpon Baringbing.
Dengan tambahan bantuan dari masyarakat sekitar dan aparat setempat, upaya pemadaman kebakaran hutan itupun dilakukan kembali. Sayangnya api masih sulit untuk dijinakkan lantaran kondisi medan berupa perbukitan terjal dan kencangnya angin yang berhembus menjadi penghalang. Alhasil upaya pemadaman dan pencarian korban pun diputuskan untuk dihentikan sementara.
"Api yang semakin membesar tidak memungkinkan upaya pencarian korban, dan atas kesepakatan bersama dan petunjuk dari Camat Muara Lindung Sianturi, pencarian korban dilakukan pada keesokan harinya," ujar AKBP Johanson Sianturi.
Hingga kemudian pencarian korban kembali dilanjutkan saat api sudah bisa dijinakkan pada Minggu (17/7). Upaya pencarian yang dilakukan personil Polsek Muara, anggota Koramil Muara berserta masyarakat Buntu Raja Desa Sitanggor pun akhirnya membuahkan hasil.
"Korban meninggal dunia telah dievakuasi dari lokasi kebakaran hutan. peristiwa ini sudah ditangani dengan melakukan cek TKP, memasang garis polisi, dan menghimpun keterangan dari para saksi," pungkasnya.
(wk/amel)