Petani sawit Indonesia kini masih meradang akibat harga TBS yang semakin anjlok. Pemerintah pun kini merencanakan pengembangan industri minyak makan merah sebagai salah satu alternatif solusi bagi masalah tersebut.
- Amelia Nur Fatimah
- Selasa, 19 Juli 2022 - 11:57 WIB
WowKeren - Carut marut masalah minyak goreng hingga kini masih belum terselesaikan. Mulai dari tingginya harga minyak goreng hingga anjloknya nilai TBS sawit ke angka Rp 500 per kg. Di tengah masalah itu, pemerintah Indonesia kini menyiapkan pengembangan industri minyak makan merah sebagai alternatif.
Hal itu disampaikan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki. Ia mengungkap, rencana pembangunan pabrik CPO mini dan minyak makan merah itu juga sudah dibahas dengan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas bertema hilirisasi sawit, bersama sejumlah menteri lain.
"(Ratas) khusus membahas tentang hilirisasi sawit dan salah satu yang dibahas adalah usulan pembentukan pembangunan pabrik CPO mini dan red palm oil atau minyak makan merah," ungkap Teten di komplek Istana, Senin (18/7), melansir CNNIndonesia.com.
Pengembangan minyak makan merah ini dinilai bisa jadi salah satu solusi untuk kesulitan yang dialami para petani sawit saat ini. Ia mengungkap para petani sawit tak punya teknologi untuk mengolah sawit sendiri sehingga hanya bersandar pada penjualan TBS yang kini anjlok.
"Petani kadang-kadang kesulitan menjual TBS-nya atau harganya rendah, karena mereka tidak punya teknologi untuk mengolah sawitnya menjadi CPO dan menjadi minyak makan," jelas Teten.
Dengan adanya rencana pengembangan industri minyak makan merah itu, para petani pun bisa mengolah sendiri hasil sawit mereka menjadi produk siap jual. Apalagi, presiden Jokowi juga sudah memberikan lampu hijau.
"Sekarang dengan Pak Presiden tadi sudah menyetujui untuk pembangunan minyak makan merah berbasis koperasi ini saya kira akan menjadi solusi. Karena 35 persen produksi sawit atau CPO ini berasal dari petani mandiri," sambungnya.
Lantas, apa yang berbeda antara migor biasa dengan minyak makan merah? Teten menyebut kandungan protein serta vitamin A lebih tinggi ada pada minyak makan merah.
Karena itu, minyak makan merah justru jauh lebih sehat dan bisa dipakai untuk program mengatasi stunting. Proses pengolahan minyak makan merah yang tanpa melalui proses bleaching membuat kandungan protein dan vitamin A tinggi.
"Kalau minya goreng yang sekarang yang warna bening itu kan di-bleaching ya, dibersihkan, justru vitamin A-nya terbuang," pungkas Teten.
(wk/amel)