Kecelakaan maut tersebut terjadi pada Senin (18/7) sekitar pukul 15.30 WIB. Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Teguh Indrianto menyatakan bahwa lampu merah CBD resmi ditutup sementara atau tidak difungsikan pasca kejadia
- Bertilia Puteri
- Selasa, 19 Juli 2022 - 15:37 WIB
WowKeren - Kecelakaan maut truk Pertamina di Jalan Trasyogi, Cibubur, Jawa Barat, memakan 10 korban jiwa dan enam korban luka-luka. Kecelakaan tersebut terjadi pada Senin (18/7) sekitar pukul 15.30 WIB.
Seorang balita berusia 4 tahun dilaporkan turut menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Beruntung, balita tersebut diselamatkan oleh seorang satpam di dekat lokasi kejadian.
"Saya fokus ke anak kecilnya, saya tolongin anak kecilnya itu. Karena kan saya masih nyelametin yang masih bisa ditolong," ungkap satpam bernama Kunto Wira tersebut di lokasi kejadian, Selasa (19/7).
Balita tersebut terbaring di tepi jalan pada saat kejadian. Kunto langsung berlari menyelamatkan bocah tersebut.
"Saya langsung lari ambil anak kecil, saya gendong, saya serahkan sama karyawan yang di dalam, maksudnya biar dikasih pertolongan dulu," terangnya.
Selain itu, Kunto juga mengungkapkan momen kala sang sopir truk meminta untuk dibawa ke pihak berwajib usai kendaraannya menabrak banyak orang. Sang sopir kala itu mengaku rem truk yang dikendarainya blong.
"Sopirnya kebetulan langsung turun, lari ke saya, minta tolong dibawa ke pihak yang berwajib. Cuma saya bilang tenang dulu, semua ada prosesnya. Kita nunggu pihak berwajib datang, baru saya serahkan. Makanya sopir kemarin saya amankan di pos saya gitu," terangnya. "Dia bilang, 'Rem blong, Pak, saya sudah pelan-pelan. Anak istri saya gimana nanti'."
Di sisi lain, kecelakaan maut tersebut memicu munculnya petisi yang menuntut agar lampu merah CBD ditutup karena posisinya dianggap tidak sesuai dengan kontur jalan yang menurun. Belakangan, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Teguh Indrianto menyatakan bahwa lampu merah CBD resmi ditutup sementara atau tidak difungsikan.
"Untuk penyebab masih menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), namun sementara simpang ditutup dan TL dinonaktifkan," ujar Teguh dalam keterangannya, Selasa (19/7).
(wk/Bert)