Sebelumnya, pihak pengacara keluarga Brigadir J telah mengungkapkan menemukan bukti baru berupa luka jeratan di leher korban. Kini pihaknya kembali menemukan luka janggal lainnya.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 21 Juli 2022 - 16:25 WIB
WowKeren - Pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak sebelumnya mengungkapkan bukti baru, di mana adanya dugaan leher korban dijerat. Polisi sebelumnya menyatakan Brigadir J meninggal setelah terlibat baku tembak dengan Bharada E di kediamannya Irjen Ferdy Sambo.
Kini, Kamaruddin tampaknya kembali menemukan luka janggal pada jenazah Brigadir J. Ia menilai bahwa kuku jari tangan Brigadir J dicabut paksa saat masih hidup. "Nah kita perkirakan dia masih hidup waktu dicabut, jadi ada penyiksaan," ujar Kamaruddin di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (21/7).
Selain itu, Kamaruddin mengatakan bahwa pihaknya juga membeberkan adanya luka lain di tangan Brigadir J yang disebut bukan merupakan luka tembak. Di antaranya adalah lubang di tangan korban.
"Di leher ada jeratan semacam tali, itu diduga dari belakang. Kemudian ada sayatan, di hidung ada sayatan sampai dijahit, di bawah mata ada beberapa sayatan, kemudian di bahu ada perusakan hancur ini," beber Kamaruddin.
Lebih lanjut, Kamaruddin mengatakan bahwa pihaknya juga merasa heran dengan jari Brigadir J yang patah. Dengan adanya temuan-temuan luka janggal itu, ia pun semakin yakin bahwa tewasnya Brigadir J tidak hanya dikarenakan baku tembak dengan Bharada E.
Kamaruddin lantas menekankan tidak mungkin pelaku pembunuhan Brigadir J itu hanya dilakukan oleh satu orang. Ia bahkan meyakini bahwa pelaku tersebut merupakan seorang psikopat atau penyiksaan. "Oleh karena itu, kita menolak cara-cara seperti ini di negara Pancasila," jelas Kamaruddin.
Kamaruddin kemudian menuturkan bahwa pihak keluarga saat ini juga semakin yakin bahwa pembunuhan terhadap Brigadir J sudah terencana mengingat adanya bekas luka janggal. Salah satu bekas luka janggal yang membuat keluarga semakin curiga adalah adanya luka berupa lilitan di leher Brigadir J.
"Kami semakin mendapatkan bukti-bukti lain bahwa ternyata almarhum Brigadir Yosua ini sebelum ditembak, kami mendapatkan lagi luka semacam lilitan di leher, artinya ada dugaan bahwa almarhum Brigadir ini dijerat dari belakang," ungkap Kamaruddin.
(wk/tiar)