Jadi Tersangka Tapi Tak Ditahan, RK Minta 3 Anak yang Paksa Bocah SD Setubuhi Kucing Tetap Disanksi
Instagram/ridwankamil
Nasional

Ridwan Kamil mengapresiasi penetapan 3 anak remaja sebagai tersangka kasus bully bocah SD yang dipaksa setubuhi kucing, meski tak ditahan. Namun, Ridwan juga berharap agar para tersangka juga mendapat sanksi keras.

WowKeren - Kasus bullying di lingkungan anak-anak dan remaja tampaknya semakin mengkhawatirkan. Beberapa waktu lalu, seorang bocah di Tasikmalaya, Jawa Barat, berakhir meninggal dunia usai depresi berat setelah di-bully teman-temannya. Bocah itu dipaksa menyetubuhi kucing dan direkam, di mana videonya kemudian disebarkan secara online.

Kini ketiga tersangka yang juga masih berstatus anak di bawah umur juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, ketiganya rupanya tak ditahan. Para tersangka dikembalikan kepada orangtua dengan pengawasan selama tiga bulan.

Penanganan kasus bullying berakhir kematian korban ini pun turut dipantau oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Menanggapi keputusan itu, Ridwan Kamil mengingatkan agar para tersangka tetap harus diberikan sanksi.

"Saya mengapresiasi, tinggal hukumannya saja yang harus (disesuaikan). Tapi bahwa sudah jadi tersangka saya kira pembelajaran buat orang tua," ujar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (27/7), melansir CNNIndonesia.com.

Meski tidak ditahan, Ridwan Kamil berharap para tersangka tetap menerima sanksi atau hukuman atas perbuatan mereka. Ridwan Kamil menyebut DO (drop out) dari sekolah bisa jadi salah satu opsi sanksi yang diberikan untuk para tersangka.


"Salah satu contoh kalau dari saya apakah dikeluarkan dari sekolah atau diturunkan kelasnya. Tetap harus ada efek jera walaupun dia anak-anak," tegas Ridwan Kamil.

Lewat kasus ini, Ridwan Kamil juga turut menyampaikan pesan dan peringatan kepada para orangtua. Terutama untuk menanamkan nilai moral dan etika agama dalam merawat dan mendidik anak-anaknya.

"Tapi bahwa sudah jadi tersangka saya kira pembelajaran buat orang tua. Di rumah jadilah guru, ajarkan kalau bukan pelajaran atau enggak bisa, (ajarkan) nilai-nilai moral, nilai-nilai etika agama," terang Ridwan Kamil.

Selain orangtua, guru juga ikut berperan dalam pengawasan anak-anak didik mereka. Ridwan Kamil mengimbau para guru untuk bisa lebih dekat dan merangkul para siswanya.

"Harus turun melihat, mengamati, berinteraksi, merangkul, sensitif. Pulang sekolah diamati sampai radius tertentu," pungkas pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait