Pemilik lahan rupanya tak tahu menahu mengenai 'kuburan bansos' di tanahnya. Ia mendapat bocoran informasi dari seseorang lalu menggali lahan miliknya tersebut dan menemukan beberapa karung beras yang terkubur.
- Amelia Nur Fatimah
- Selasa, 02 Agustus 2022 - 14:59 WIB
WowKeren - Penemuan beras bantuan sosial alias bansos Presiden di sebuah lahan yang berada di Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, sukses mengejutkan berbagai pihak. Berbagai spekulasi dan kecurigaan pun muncul setelah kabar penemuan 'kuburan bansos' tersebut.
'Kuburan bansos' itu akhirnya ditemukan setelah dilakukan penggalian oleh sang pemilik lahan. Ternyata, pemilik lahan tersebut juga tidak tahu menahu mengenai penguburan beras bansos Presiden tahun 2020 lalu di tanah miliknya.
Rudi Samin, sang pemilik lahan akhirnya mengetahui informasi penguburan bansos di tanahnya dari salah satu pegawai JNE. Rudi Samin mendapat informasi dari pegawai tersebut bahwa ada sekitar 1 kontainer sembako bansos yang terkubur di lahan miliknya.
Mendapat informasi itu, Rudi pun segera melakukan penggalian dengan alat berat di tanah yang dimaksud. Hingga akhir ia berhasil menemukan memang benar ada sembako yang terkubur di laham miliknya pada Jumat (29/7).
"Karena penasaran saya gali terus sampai hari ketiga dapat. Hari Jumat habis salat Jumat dapat, di situ dipendam," ungkap Rudi, Selasa (2/8), melansir CNNIndonesia.com. "Akhirnya (pukul) setengah 3 saya telepon Kapolsek karena saya mau mengangkat ini, jadi harus disaksikan."
Proses penggalian dan pengangkatan sembako bansos yang terkubur itu juga turut disaksikan oleh pihak kepolisian. Salah satunya, mereka menemukan 3 karung beras yang masih dalam kondisi bagus dalam penggalian tersebut. 3 karung beras itu pun diamankan di Polres Kota Depok untuk barang bukti.
Pada hari yang sama, Rudi Samin juga telah membuat laporan ke Polres Kota Depok. Rudi membuat laporan terkait aduan masyarakat soal penguburan bansos pemerintah berupa sembako.
"Pukul 19.00 WIB saya membuat laporan resmi, pengaduan masyarakat atas pemendaman bantuan pemerintah berupa beras, terigu, ada juga telur. Tanah di bawah juga hitam, sudah bercampur segala macam," kata Rudi.
Sementara pihak polisi juga berjanji untuk mendalami laporan penemuan tersebut. Polres Metro Depok pun telah menentukan jadwal pemeriksaan kepada pihak-pihak terkait. Mulai dari Bulog, JNE selaku distributor bansos dan Kementerian Sosial.
"Langkah kepolisian tentu membuat administrasi penyelidikan terhadap kasus ini, apabila ditemukan unsur unsur pelanggaran pidana atau korupsi di dalam akan berproses lebih lanjut. Kepolisian Polda Metro dan Polres Metro Depok akan menuntaskan persoalan yang sebenarnya," pungkas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada wartawan.
(wk/amel)