Pemilik lahan menuntut penjelasan mengenai aksi penguburan bansos tanpa sepengetahuannya. Pihak kuasa hukum JNE selaku distributor bansos itu pun memberikan pernyataan tak terduga.
- Amelia Nur Fatimah
- Rabu, 03 Agustus 2022 - 19:26 WIB
WowKeren - Polisi dan Kementerian Sosial (Kemensos) memeriksa lahan tempat penemuan 'kuburan bansos' di Depok, Jawa Barat. Dalam kegiatan itu, Ridi Samin selaku pemilik lahan dan pihak JNE selaku distributor bansos tersebut ikut hadir. Namun, Rudi dan pihak JNE yang diwakili oleh kuasa hukumnya malah terlibat perdebatan di TKP penemuan kuburan bansos tersebut.
Hal itu setelah kuasa hukum JNE, Anthony Djono menyebut bahwa beras yang terkubur di lahan milik Rudi tersebut bukan merupakan bansos. Ia menegaskan bahwa beras tersebut milik JNE dan dikubur karena memang sudah rusak.
Anthony menjelaskan beras tersebut rusak karena terkena hujan saat perjalanan dari gudang Bulog. Beras pun jadi berjamur dan tak layak konsumsi.
"Beras yang hari ini Saudara lihat dikubur, itu bukan beras bansos, itu adalah beras milik JNE. Kenapa dikubur? Karena beras itu sudah rusak," ujar Anthony, melansir CNNIndonesia.com.
Namun pernyataan Anthony soal beras bukan bansos itu pun disanggah Rudi Samin. "Kalau dari JNE, kenapa ada tulisan banpres itu?" tanya Rudi Samin.
Anthony pun akhirnya meralat pernyataanya. Ia menjelaskan bahwa memang beras-beras tersebut awalnya memang untuk bansos. Namun setelah rusak pihak JNE pun menggantinya dengan yang baru.
"Itu ketika diambil dari gudang Bulog, tentu ada stiker. Karena memang itu awalnya memang adalah ditujukan untuk dibagikan bansos. Tapi kan di perjalanan rusak. Ketika rusak, tentu kita pindahkan ke gudang, kita ganti lagi," jelas Anthony.
Sementara soal lokasi penguburan di lahan milik Rudi Samin, Anthony memberikan penjelasan tak terduga. Di mana hal itu kembali menimbulkan ketidaksepakatan dari Rudi Samin.
"Besok kita jelasin (alasan penguburan di sini). Saya kasih contoh sederhana, kalau sepatu saya sudah rusak, saya tidak suka sama sepatu saya, ini kan milik saya. Mau saya kubur di mana itu hak saya," ujar Anthony.
"Salah, kalau mau dikubur di mana, hak siapa?" cecar Rudi Samin. "Kita enggak berdebat di sini, kita berdebat di pengadilan," pungkas Anthony.
(wk/amel)