Dua geng remaja menyerang 6 warga di Semarang dengan senjata tajam hingga membuat satu korban kritis. Penganiayaan oleh geng remaja itu terjadi di dua tempat yang berbeda.
- Amelia Nur Fatimah
- Kamis, 11 Agustus 2022 - 08:55 WIB
WowKeren - Kini marak aksi kriminalitas dan tindakan anarkis yang dilakukan oleh para remaja bahkan anak-anak. Mulai dari menjadi pelaku begal tawuran antar geng. Tentu saja aktivitas tersebut membuat warga sekitar resah dan dirugikan.
Seperti yang terjadi baru-baru ini di Semarang, Jawa Tengah. Enam warga menjadi korban penyarangan yang dilakukan oleh dua kelompok geng remaja. Dua geng tersebut adalah Army 59 dan BK yang sudah janjian untuk melakukan tawuran.
Tapi rupanya kedua geng tersebut malah salah sasaran usai saling menyampaikan tantangan. Para rombongan geng tersebut malah menyasar warga yang tak terlibat.
"Dari kedua peristiwa ini didahului oleh tantang-tantangan antara kelompok Army dan BK, namun kemudian mereka salah sasaran artinya menyasar orang yang tidak tahu apa-apa," ujar Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar, melansir CNNIndonesia.com, Kamis (11/8).
Penyerangan itu terjadi pada Rabu (31/7) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. Sebelum melakukan aksi penyerangan itu, polisi menyebut para remaja anggota geng ini sempat minum-minum minuman keras.
Dari enam orang warga yang jadi korban, 3 di antaranya merupakan taruna AMNI (Akademi Maritim Nasional Indonesia). Penganiayaan itu terjadi di Jalan Dr. Cipto, di mana satu orang korban dikabarkan masih kritis. Sementara aksi penganiayaan lain terjadi di kawasan Jalan Suratmo.
"Korbannya taruna AMNI ada tiga orang, satu korban di antaranya masih kritis sampai dengan saat ini karena ketika dilakukan penganiayaan dengan menggunakan celurit," ungkap Irwan Anwar.
Sementara itu, 8 orang sudah ditetapkan jadi tersangka dalam kasus penyerangan tersebut. 5 orang berasal dari geng BK, DC (17), AWW (16), MAD (19), ASN (22), dan RWB (21). Sementara tiga yang lain dari geng Army 59, AD (18), KVB (18), dan FGR (16).
"Kalau yang di Jalan Cipto itu kelompoknya ada sebanyak 11 motor atau kurang lebih 22 orang. Kemudian yang sudah dihadirkan di sini ada lima, kemudian tujuh sudah dilakukan penangkapan oleh tim dan sisanya akan tetap dilakukan pengejaran,"pungkas Irwan.
(wk/amel)