Presiden Joko Widodo menyambangi Pendopo Agung Ambarrukmo menjelang pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono. Kedatangannya untuk melihat alternatif tempat yang rencananya digunakan untuk rangkaian pernikahan.
- Rosi Fajar Afrianti
- Rabu, 19 Oktober 2022 - 14:38 WIB
WowKeren - Kaesang Pangarep dikabarkan akan menikahi Erina Gudono pada akhir tahun ini. Keduanya juga tampak sibuk dengan persiapan pernikahan. Presiden Joko Widodo selaku ayah Kesang didampingi oleh beberapa menteri datang ke hotel Royal Ambarrukmo. Jokowi terlihat menyambangi Pendopo Agung Ambarrukmo menjelang pernikahan Kaesang dan Erina.
Rombongan presiden meninjau pendopo Royal Ambarrukmo yang berada di sisi barat gedung hotel tersebut. Menurut General Manager Royal Ambarrukmo, kedatangan Jokowi untuk melihat alternatif tempat yang rencananya digunakan untuk rangkaian pernikahan putra bungsunya.
Sementara itu, Pendopo Agung Ambarrukmo merupakan salah satu lokasi favorit pasangan melakukan akad pernikahan. Pendopo Agung Ambarrukmo diketahui dibangun pada tahun 1857 oleh Sultan Hamengkubuwono VI. Simak berikut potretnya:
(wk/rosi)1. Didirikan Sejak Tahun 1857
Dilansir dari Instagram @royalambarrukmo, Pendopo Agung Ambarrukmo didirikan sejak tahun 1857. Bangunan ini telah berdiri kokoh selama selama 1,5 abad lebih. Pendopo ini dahulu berfungsi sebagai tempat istirahat dan tempat menerima tamu kehormatan.
2. 3 Jenis Konstruksi
Pendopo Agung Ambarrukmo memiliki 36 tiang dengan 3 jenis konstruksi yang berbeda-beda. 3 Jenis konstruksi tersebut adalah Saka Guru, Penanggap, dan Penitih. Tempat ini juga memiliki sentuhan klasik yang elegan.
3. Bersejarah
Pendopo Agung Ambarrukmo berada di kawasan Royal Ambarrukmo Hotel Yogyakarta. Hotel ini sendiri penuh dengan sejarah dan merupakan hotel warisan. Pendopo Agung sendiri tidak mengalami perubahan bentuk melainkan lebarnya sejak dibangun pada 1857 oleh Sultan Hamengku Buwono VI.
4. Tempat Pelestarian Jemparing
Di lingkungan Pendopo Agung Ambarrukmo, permainan jemparingan rutin dilaksanakan. Jemparingan sendiri merupakan salah satu olahraga tradisional yang biasanya dilakukan di lingkungan keraton. Kata Jemparing dalam Bausastra Jawa merupakan bentuk krama inggil dari kata panah. Para pemanah biasanya mengenakan busana adat Jawa Kraton Yogyakarta.
5. Tempat Pelestarian Tari
Selain digunakan untuk melestarikan Jemparingan, Pendopo Agung Ambarrukmo juga biasanya digunakan untuk latihan menari terutama Seni Tari Jawa Klasik. Pada momen di atas, seorang perempuan dengan luwes menarikan tarian Jawa berbalut kebaya.
6. Hiasan Penuh Makna
Pendopo Agung Ambarrukmo memiliki banyak hiasan yang beragam di setiap sudutnya. Setiap hiasan memiliki makna yang mendalam. "Banyu Tetes" melambangkan sumber kehidupan dan kesuburan. "Lung-Lungan" memiliki makna bahwa seseorang harus mempunyai jiwa sosial yang baik. "Praba" simbol bersatunya seorang hamba dengan Tuhannya dan "Wajikan" melambangkan keeratan hubungan sesama manusia.
7. Tempat Sanggar Tari Anak Berlatih
Selai kerap digunakan untuk menggelar acara pernikahan, Pendopo Agung Ambarrukmo juga dipakai untuk pelatihan tari anak-anak. Sebuah sanggar tari melatih murid-murid di Pendopo Agung Ambarrukmo pada potret di atas. Tempat ini digunakan untuk melestarikan tarian tradisional.
8. Bentuk Dasarnya Joglo Sinom
Pendopo Agung Ambarrukmo merupakan salah satu satu ikon ternama di Yogyakarta. Dilansir dari royalambarrukmo.com, bentuk dasarnya adalah "Joglo Sinom" dengan ukuran 32 x 32,4 meter, mengarah ke selatan. Pendopo Agung merupakan bangunan semi outdoor tanpa dinding yang melambangkan keterbukaan Raja kepada seluruh rakyatnya. Lantai lebih tinggi dari halaman untuk mencerminkan penghargaan kepada semua tamu dan keintiman dengan harmoni.
9. Filosofi Motif
Kerangka atap Pendopo Agung Ambarrukmo disusun oleh 3 jenis konstruksi tiang yaitu "Saka Guru", Penangan, dan Panilih yang diletakkan di atas "Limpak" (Penyanggah) yang berhiaskan motif kaligrafi. Terdapat beberapa motif seperti "Saton", "Praba", "Sorot", dan "Mirong".
10. Kilas Pesona
Pilar Pendopo Agung Ambarrukmo dihiasi dengan ukiran seperti "Wajikan", "Saton", "Tlacapan", "Mirong" dan "Praba" - masing-masing diletakkan di atas "umpak" (dasar batu) yang diukir dengan kaligrafi Arab. Pendopo Agung Ambarrukmo juga merepresentasikan keindahan budaya Jawa.