Terbongkar Sosok Pilot Ketiga Sempat Selamatkan Lion Air PK-LQP Sebelum Jatuh
Nasional
Penemuan Black Box CVR Lion Air,Fakta Baru Tragedi Lion Air JT610 Jatuh

Kisah tentang sosok pilot ketiga ini belum pernah diungkap oleh pihak Lion Air, Boeing, maupun Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

WowKeren - Sebelum Lion Air dengan nomor seri PK-LQP jatuh di Laut Jawa pada 29 Oktober 2018 silam, pesawat tersebut sempat digunakan untuk penerbangan dengan rute Denpasar ke Jakarta beberapa jam sebelumnya. Gangguan rupanya juga terdapat dalam penerbangan tersebut, beruntung ada seorang pilot ketiga yang menjadi penyelamat para kru dan penumpang.

Dilansir Bloomberg pada Rabu (20/3), seorang pilot yang sedang tak bertugas menumpangi penerbangan tersebut. Berdasarkan dua orang sumber yang terlibat investigasi kecelakaan Lion Air, pilot ketiga yang tak diketahui identitasnya tersebut duduk di kursi cadangan dalam kokpit.


Saat pesawat mengalami masalah di udara, pilot yang sedianya hanya menumpang tersebut memberikan diagnosis yang tepat. Ia lantas memerintahkan kru pesawat untuk mematikan sistem kendali otomatis pesawat.

Pilot ketiga tersebut meminta kru memutus arus ke sebuah motor yang berfungsi untuk mengarahkan moncong pesawat ke bawah. Keputusan tersebut menyelamatkan penerbangan dan pesawat berhasil mendarat di Jakarta dengan selamat.

Namun sayangnya, pesawat Lion Air PK-LQP justru terjatuh dalam penerbangan ke Pangkal Pinang keesokan harinya. Diketahui, sebanyak 189 orang menjadi korban tewas dalam insiden tersebut.

Kisah tentang sosok pilot ketiga ini belum pernah diungkap oleh pihak Lion Air, Boeing, maupun Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Namun fakta ini dapat membantu pencarian kebenaran di balik kecelakaan yang menimpa Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 dan Ethiopian Airlines di Addis Ababa.

Sebelumnya, rekaman percakapan pilot pesawat Lion Air dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang juga telah terkuak. Beberapa sumber dari Reuters mengungkap jika pilot seolah sedang melakukan ujian saat pesawat hendak jatuh.

“Ini seperti ujian saat ada 100 pertanyaan dan ketika waktunya habis Anda hanya menjawab 75. Jadi, Anda panik," ungkap sumber Reuters. "Ini adalah kondisi time-out.”

Kala keadaan pesawat mulai tak terkendali, kapten asal India yang bernama Bhavye Suneja lebih memilih untuk diam. Sementara itu, co-pilot asal Indonesia, Harvino, terdengar menyerukan "Allahu Akbar".

You can share this post!

Related Posts
Loading...