Ini Pesan Kiai Maimun untuk Paslon Capres-Cawapres Terpilih
Nasional

Mbah Moen merupakan sesepuh Nahdlatul Ulama yang menjadi 'rebutan' para calon, khususnya capres dalam setiap gelaran pilpres. Ia mengingatkan para calon agar tetap bersifat adil dan jujur.

WowKeren - KH Maimun Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen merupakan sesepuh Nahdlatul Ulama yang menjadi "rebutan" para calon, khususnya capres dalam setiap gelaran pilpres. Dalam Pemilu 2019 ini, Mbah Moen menyalurkan hak pilihnya di TPS 05 Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, Rembang, Jateng.

Pada kesempatan itu, Mbah Moen menyampaikan pesan pada para calon capres-cawapres yang terpilih para Pemilu 2019 ini. Ia mengingatkan para calon agar tetap bersifat adil dan jujur ketika telah mendapatkan amanah dari warga untuk menjadi seorang pemimpin. Adil dalam menjalankan hukum dan jujur sesuai dengan janji yang diucapkan saat berkampanye.


"Ya harus kewajiban pimpinan adalah adil dan jujur," katanya, seperti dikutip dari Detik. "Adil itu dalam hukum, jujur itu artinya jangan menyeleweng (dari janji kampanye)."

Mbah Moen juga mengajak warga untuk segera menyalurkan hak pilih dalam Pemilu 2019 ini. Menurutnya, memilih seorang pemimpin hukumnya wajib.

"Memilih yang baik, jujur, adil, itu wajib dalam memilih pimpinan. Itu wajib," lanjut Mbah Moen. "Tidak ada pimpinan kosong, itu dosa. Jadi siapapun itu kewajiban, mari kita milih yang terbaik, itu hukumnya wajib."

Sebelumnya, Mbah Moen sempat mendapatkan sorotan saat memberikan doa kepada Prabowo Subianto kendati dirinya mendeklarasikan dukungan kepada Joko Widodo. Mbah Moen lantas mengakui jika dirinya luput.

Di sisi lain, tak seluruh warga Indonesia dapat mencoblos dengan tenang dan aman. Warga Kecamatan Bojongsoang, Bandung nekat menerjang banjir dengan memakai perahu untuk bisa sampai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Rabu (17/4) pagi, ibu-ibu di Kampung Cijagara terlihat menggunakan perahu dari arah kawasan terdampak banjir menuju ke arah jalan raya Bojongsoang. Mereka akan menuju ke TPS pengungsian gudang Tango dan SD Cijagara. Tentu saja, para ibu tersebut dibantu oleh sejumlah personel TNI dan polisi.

You can share this post!

Related Posts
Loading...