Buntut Satpam Tewas Digigit Ular Weling, Jokowi Diminta Dukung Riset Buat Antivenom
Nasional

Seorang sekuriti di Serpong bernama Iskandar tewas akibat gigitan ular berbisa. Tewasnya Iskandar akibat gigitan ular membuat penanganan gigitan hewan berbisa disorot publik.

WowKeren - Seorang sekuriti kompleks Cluster Michella, Gading Serpong, Serpong, tewas akibat gigitan ular weling. Hal itu dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Tangsel AKP Muharam Wibisono.

"Betul, kejadiannya itu hari Selasa, 20 Agustus lalu sekitar jam 19.30 WIB," kata Muharam dilansir dari Detik, Sabtu (24/8). "Kasusnya ditangani oleh Polsek Kelapa Dua ya."


Tewasnya Iskandar akibat gigitan ular membuat penanganan gigitan hewan berbisa disorot publik. Pakar penanganan gigitan hewan berbisa (toksinolog) sekaligus penasihat temporer WHO untuk gigitan ular, dr Tri Maharani, mengatakan bahwa kasus gigitan ular yang berakhir kematian masih banyak terjadi di Indonesia. "Kasus korban gigitan weling di Indonesia banyak berakhir dengan kematian," kata Maha dilansir dari Detik, Sabtu (24/8).

Di Indonesia, ada dua jenis serum antivenom yang tersedia, yakni Bio SAVE dan Serum Anti Bisa Ular (SABU) I. Untuk Bio SAVE biasanya digunakan untuk menetralisir bisa ular tanah, ular welang, dan ular kobra. Sedangkan SABU II biasa digunakan untuk menetralisir bisa jenis ular yang berhabitat di Indonesia Timur termasuk ular hitam.

Bio SAVE atau SABU II bisa mengatasi bisa ular yang kadang sering disangka sama saja dengan weling, yakni welang. Maha menuturkan bahwa hal itu perlu dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut.

"Yang kini dibutuhkan adalah riset cross-netralisation, guna meneliti apakah itu bisa dipakai sebagai antivenom weling atau tidak," jelas Maha. "Kalau itu tidak bisa dipakai, maka kita harus membuat riset untuk menemukan monovalen atau polivalen yang bisa diterapkan untuk weling."

Untuk itu, Maha berharap pemerintah Indonesia mau memperhatikan manajemen penanganan gigitan hewan berbisa. Sebab bila dibandingkan dengan Thailand yang saat ini sudah punya 40 antivenom, Indonesia masih jauh tertinggal.

"Semoga diperhatikan oleh pemerintah. Saya ingin diperhatikan oleh satu, Pak Jokowi. Pak Jokowi harus memperhatikan soal manajemen gigitan hewan berbisa. Bukan hanya ular saja, ada tawon, ubur-ubur, ulat bulu, kalajengking," tutur Maha. "Indonesia itu kaya, yakni kaya dengan hewan berbisa. Riset perlu diprioritaskan."

You can share this post!

Related Posts
Loading...