Wali Kota Jakarta Utara Ngaku Sejumlah Wilayahnya Sengaja Digenangkan, Begini Alasannya
Nasional
Banjir Jakarta 2020

BPBD DKI Jakarta mencatat titik banjir pada Jumat (24/1) paling banyak berada di kawasan Jakarta Utara. Wali Kota Jakut, Sigit Wijatmoko, lantas mengaku ada sejumlah wilayah yang sengaja digenangkan.

WowKeren - Hujan yang mengguyur wilayah DKI Jakarta membuat sejumlah kawasan tergenang pada Jumat (24/1). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat banjir paling banyak terjadi di kawasan Jakarta Utara (Jakut), yakni mencapai 13 titik genangan.

Wali Kota Jakut, Sigit Wijatmoko, lantas mengaku bahwa ada sejumlah wilayah yang sengaja digenangkan demi penyimpanan air sementara. Wilayah yang sengaja digenangkan salah satunya adalah Kebantenan.


"Tentu kan kita bicara ini bagian dari usaha kita memang ada beberapa wilayah yang sengaja kita genangkan, kita bicara kayak daerah Kebantenan yang relatif memang tidak ada warga di sana," tutur Sigit di Balai Kota Jakarta pada Jumat (24/1). "Kita gunakan sebagai area yang digenangkan untuk menampung sampai nanti kita melakukan pompa."

Sigit menyebut wilayah yang sengaja digenangkan adalah daerah yang masih terbuka dan bisa dijadikan tempat penyimpanan air. "Jadi daerah-daerah yang masih terbuka yang mungkin menjadi tempat penyimpanan air sementara itu kita genangkan," ujar Sigit.

Selain Kebantenan, ada 3 wilayah lain yang sengaja digenangkan, yakni Marunda, Rorotan, dan Semper Timur. "Di daerah Marunda kita ada, kemudian juga di daerah Rorotan, Semper Timur, itu kita memang sengaja genangi. Lahan kosong, hutan kota atau area TPU yang belum digunakan," ungkap Sigit.

Lebih lanjut, Sigit mengusulkan untuk melakukan revitalisasi embung. Revitalisasi tersebut dilakukan dengan mengeruk atau membangun embung baru.

Selain itu, Sigit juga mengaku akan menggandeng industri pergudangan yang ada di Jakut demi menginvestasikan pompa di wilayah tersebut. Sehingga perusahaan-perusahaan tersebut juga diminta mengalirkan air ke saluran penampungan sementara.

"Ada beberapa embung yang kita usulkan untuk bisa dilakukan revitalisasi. Baik itu pengerukan embung maupun beberapa wilayah yang udah dibebaskan dan belum dibangun embung itu di Semper Barat di Cilincing kita kerjakan itu," pungkas Sigit. "Kemudian langkah konkretnya bagaimana meminta industri pergudangan maupun industri besar yang mereka investasikan pompa untuk mengatasi genangan di wilayahnya itu tidak langsung spontan menggunakan pompanya, membuang air pada saluran-saluran yang ada. Kita sedang coba diskusi dengan mereka bagaimana air itu untuk sementara waktu bisa ditampung di tempatnya kemudian baru dipompa sehingga volume di saluran itu bisa kita kontrol."

You can share this post!

Related Posts