Veronica Koman Beri Data 'Sampah' Soal Demo Papua, Reaksi Menohok Kapolda Disorot
Nasional
Demo Rasisme Papua

Veronica Koman dan timnya menyampaikan data yang memuat jumlah tahanan politik serta korban dari aksi rusuh di Nduga, Papua kepada Presiden Joko Widodo. Namun data ini dianggap 'sampah' oleh Mahfud MD.

WowKeren - Nama pegiat HAM Veronica Koman kembali menjadi sorotan publik. Sebagai pengingat, Veronica sempat disorot karena masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pasca menjadi tersangka dalam kasus provokasi di demo rasisme Papua.

Kini Veronica kembali disorot usai timnya menyerahkan data tahanan politik dan korban tewas selama kerusuhan di Papua kepada Presiden Joko Widodo. Data yang dimaksud berisi data 57 tahanan politik dan 243 korban sipil yang tewas di Nduga, Papua, sejak Desember 2018.


Namun data itu rupanya ditanggapi negatif oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Bahkan dengan tegas Mahfud menyebut berkas tersebut sebagai "sampah". "Itu, anulah, kalau memang ada ya sampah saja lah," ujar Mahfud di Istana Bogor, Selasa (11/2).

Berkas itu pun turut memancing reaksi dari Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw angkat bicara. Dengan menohok, Paulus menyebut apa yang dilakukan Veronica sekadar demi mencari makan. Ia pun menyayangkan aktivis HAM seperti Veronica rela menggadaikan negaranya demi memenuhi kebutuhan perutnya.

"Jangan jual negara dan bangsa ini," ujar Paulus. "Dia (Veronica Koman) siapa sih sebenarnya? Warga negara mana dia? Kok tega sekali melakukan seperti itu."

Lebih lanjut, Paulus memastikan kerusuhan di Papua sudah ditangani secara profesional oleh kepolisian. Oleh karena itu ia meyakini data yang disampaikan Veronica dan timnya merupakan fitnah belaka.

Paulus yakin data tersebut tidak akurat karena yang melaporkan pun tak pernah ada di lapangan ketika aksi berlangsung. Ia lantas menantang tim Veronica untuk buka-bukaan soal kondisi asli di lapangan.

"Kalau berani datang ke sini, berhadapan dengan kami di sini," jelas Paulus tegas. "Biar saya tunjukkan di depan mata dia apa yang sebenarnya terjadi."

Di sisi lain, Veronica tak memberikan banyak komentar soal sikap skeptis Mahfud atas data yang ia sampaikan. "Namun tetap sangat disayangkan, mengingat ini akan memperdalam luka orang Papua," ujar Veronica dilansir Kompas, Rabu (12/2).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts