Survei Buktikan Warga Masih Ngotot Mudik Meski Dilarang, Terungkap Ini Alasannya
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Hasil survei dari sejumlah lembaga menyatakan jika banyak masyarakat yang masih ngotot untuk mudik meskipun telah dilarang oleh pemerintah, ternyata ini alasannya.

WowKeren - Presiden Joko Widodo telah melarang mudik Lebaran 2020 sebagai langkah mencegah penyebaran virus corona (COVID-19). Meski telah dilarang, namun rupanya masih banyak masyarakat yang ngotot untuk tetap mudik.

Hal ini diketahui berdasarkan survei yang dilakukan oleh Puslitbangdiklat RRI dan Indo Barometer. Survei ini dilakukan untuk mengetahui pendapat masyarakat terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) dan mudik Lebaran.

Survei ini melibatkan 400 responden yang tersebar dari 7 provinsi. Hasilnya, 11,8 persen orang di antaranya masih memilih untuk tetap mudik meskipun dilarang.

Rupanya, alasan utama warga ingin tetap mudik adalah agar bisa bersilaturahim dengan sanak keluarga di kampung halaman. "(Alasan) silaturahim dengan keluarga 40,8 persen," demikian tertulis kedua lembaga itu seperti dilansir dari Kompas, Kamis (23/4).

Sementara sebanyak 19,7 persen responden lainnya mengatakan akan mudik apabila kondisinya menjadi lebih baik. Lalu 17,1 persen responden mengatakan rindu kampung halaman dan 11,8 persen mengaku sudah tidak ada pekerjaan lagi di kota.


Selanjutnya 6,6 persen responden tetap mudik karena beralasan jarak dekat dan 3,9 persen mengatakan mudik adalah tradisi keluarga. Meski demikian, 86,3 persen dari seluruh responden menyatakan tidak akan mudik.

Para responden yang memutuskan tidak akan mudik sendiri memiliki alasan yang beragam. Diantaranya mulai dari takut tertular atau menularkan virus corona sebesar 38,5 persen, mencegah penyebaran virus corona 21,2 persen, ikut anjuran pemerintah 14,6 persen, hingga sulit karena ada pembatasan wilayah 12,2 persen.

Tidak hanya itu, alasan lain lantaran responden adalah warga asli daerah setempat sebesar 8,2 persen. Lalu ada yang tidak punya kampung halaman 4,0 persen, dan tidak punya biaya untuk mudik 1,3 persen.

Survei ini digelar di 7 provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Jumlah responden sebanyak 400 orang yang tersebar secara proporsional.

Pengumpulan data dilakukan mulai 9-15 April 2020 lalu dengan metode penarikan sampel quota and purposive sampling. Presentase margin of error sebesar ± 4,90 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sementara itu, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara via telepon seluler menggunakan kuesioner.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts